PORTAL7.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari Senin, 4 Mei 2026. Prediksi ini muncul setelah IHSG mengalami kontraksi signifikan pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.

Kontraksi yang terjadi mencapai 2,03 persen, membuat IHSG harus parkir di level penutupan 6.956,804. Penurunan tajam ini menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar modal di Indonesia.

Kondisi pasar terkini masih menunjukkan dominasi tekanan jual dari para investor. Sentimen negatif ini terlihat jelas dari pergerakan harga saham selama sesi perdagangan terakhir.

Tekanan jual tersebut terutama dipicu oleh sikap hati-hati atau wait and see yang diambil oleh para pelaku pasar. Sikap ini diambil menjelang pembaruan data ekonomi penting yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Data ekonomi yang ditunggu-tunggu tersebut adalah rilis data inflasi bulan Mei 2026. Data ini menjadi indikator kunci yang akan mempengaruhi sentimen dan arah pergerakan pasar saham ke depan.

Dilansir dari JABARONLINE.COM, kondisi pasar yang sedang dalam fase konsolidasi ini menunjukkan adanya keraguan investor terhadap prospek jangka pendek. Mereka memilih untuk menahan diri sambil menunggu kepastian data makroekonomi.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari Senin, 4 Mei 2026," demikian disampaikan dalam analisis pasar yang beredar. Analisis ini mengacu pada pergerakan teknis dan sentimen pasar terkini.

Kondisi pelemahan ini merupakan respons langsung setelah IHSG mengalami kontraksi signifikan sebesar 2,03 persen pada penutupan perdagangan Kamis pekan sebelumnya. Hal ini membuat IHSG parkir di level 6.956,804.

Tekanan jual yang mendominasi pasar saat ini dipicu oleh sikap wait and see para pelaku pasar menjelang pembaruan data ekonomi penting yang akan dirilis dalam waktu dekat. Hal ini menunjukkan bahwa data inflasi memiliki bobot besar dalam pengambilan keputusan investor.