PORTAL7.CO.ID - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Berau telah menyiapkan alokasi dana signifikan sebesar Rp9,3 miliar khusus untuk memulai pembangunan gedung olahraga (GOR) baru. Pembangunan ini direncanakan akan dilaksanakan di wilayah Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, Dispora Berau juga menganggarkan dana operasional sebesar Rp2,1 miliar untuk mobilitas pegawai selama tahun anggaran 2026 berjalan.

Kepala Dispora Berau, Amiruddin, menjelaskan bahwa ketersediaan fasilitas olahraga dalam ruangan di Berau saat ini masih sangat minim. Keterbatasan ini membuat GOR Pemuda Tanjung Redeb menjadi satu-satunya pilihan untuk berbagai kegiatan atletik.

"Kalau fasilitas memang hanya GOR Pemuda Tanjung Redeb yang kita miliki untuk sementara untuk event olahraga seperti futsal, basket, dan bola voli," ujar Amiruddin, Kepala Dispora Berau.

Pemerintah daerah merancang GOR baru tersebut sebagai sarana multiguna yang diharapkan mampu menampung berbagai cabang olahraga dan agenda daerah lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengatasi kendala infrastruktur yang selama ini menjadi hambatan.

Amiruddin menambahkan bahwa dengan adanya fasilitas baru ini, berbagai kegiatan dapat terakomodasi secara optimal. "Kecuali nantinya pembangunan yang kita lakukan terhadap gedung GOR baru yang berlokasi di belakang Kantor Dispora Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb terwujud. Jadi nanti semua event bisa multiguna di gedung baru itu," katanya Amiruddin, Kepala Dispora Berau.

Rencana pembangunan GOR ini sebenarnya sudah lama digagas sejak Berau menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur pada tahun 2022. Namun, proyek tersebut sempat tertunda karena kendala ketersediaan anggaran.

"Rencana ini sudah sejak Berau menjadi tuan rumah Porprov Berau 2022 lalu namun anggaran belum memadai. Alhamdulillah tahun ini mulai kita wujudkan," ucapnya Amiruddin, Kepala Dispora Berau.

Kabar baiknya, pembangunan tahap awal GOR baru ini akhirnya masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026 dengan alokasi dana sebesar Rp9,3 miliar. Kepastian aset lahan untuk lokasi pembangunan juga telah dikantongi oleh pemerintah daerah.