PORTAL7.CO.ID - Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Sumatera Selatan, tahun ini menyuguhkan pemandangan yang tidak biasa bagi para pengunjung. Kehadiran Marching Band Cakrawala Spensa dari SMP Negeri 1 Palembang berhasil mencuri perhatian ribuan pasang mata di lokasi tersebut. Penampilan grup berprestasi internasional ini memberikan warna baru dalam rangkaian tradisi tahunan yang sakral tersebut.
Grup musik ini membawakan tema khusus bertajuk "The Legend of Pulau Kemaro" tepat di jantung lokasi legenda itu berasal. Momen ini tercatat sebagai sejarah baru karena untuk pertama kalinya sebuah grup marching band tampil di tengah perayaan Cap Go Meh. Kehadiran mereka menjadi magnet wisatawan yang memadati area sekitar pagoda hingga malam hari.
Pelatih Marching Band Cakrawala Spensa, Adi Wijaya, mengungkapkan bahwa penampilan ini merupakan undangan resmi dari Dinas Pariwisata Kota Palembang. Prestasi mereka sebagai juara pertama di ajang Jakarta International Drum Corps International pada Desember 2025 menjadi alasan utama keterlibatan tersebut. Tim ini membawa lisensi kompetisi dari Amerika Serikat untuk memperkuat kualitas pertunjukan mereka. "Kita sangat excited karena ini kali pertama marching band tampil di Pulau Kemaro," ujar Adi Wijaya kepada detikSumbagsel pada Minggu (1/3/2026). Ia menjelaskan bahwa tema yang diusung memang sengaja disiapkan untuk membawa kearifan lokal ke kancah internasional. Adi menambahkan bahwa konsep ini sebelumnya telah sukses memukau dewan juri di ajang perlombaan di Jakarta.
Dalam aksinya, para personel membawakan lagu ikonik Gending Sriwijaya yang dipadukan dengan aransemen musik bernuansa oriental yang kental. Pertunjukan berkonsep konser ini secara apik menceritakan kembali kisah cinta legendaris antara Siti Fatimah dan Tan Bun An. Selain musik, kostum perpaduan unsur Melayu dan Tionghoa yang mereka kenakan juga menjadi daya tarik visual tersendiri.
Meskipun tampil di tengah suasana bulan Ramadan, semangat para anggota grup tidak surut dalam menjalani persiapan intensif selama dua minggu. Mereka tetap tampil maksimal sebanyak dua kali pertunjukan, yakni pada pukul 17.00 WIB dan 19.00 WIB. Tantangan cuaca panas serta rasa dahaga tidak menghalangi para remaja ini untuk menyuguhkan performa terbaik bagi publik.
Adi berharap kehadiran timnya dapat meningkatkan pamor perayaan Cap Go Meh Palembang hingga ke level internasional yang lebih luas. Melalui ikon Pulau Kemaro, ia berambisi agar kekayaan budaya lokal semakin dikenal oleh masyarakat dunia. Penampilan ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi keterlibatan seni modern dalam kegiatan budaya di masa depan.
Sumber: Infonasional