PORTAL7.CO.ID - Pemerintah telah mengambil langkah strategis untuk mengakselerasi pendistribusian lima jenis bantuan sosial (bansos) yang akan disalurkan secara serentak pada pekan kedua Maret 2026. Langkah ini merupakan upaya proaktif dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah antisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri.
Upaya percepatan ini dilakukan mengingat adanya prediksi fluktuasi harga kebutuhan sehari-hari yang kerap terjadi menjelang bulan suci dan perayaan hari besar keagamaan. Data terbaru menunjukkan bahwa realisasi penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) telah mencapai angka 90 persen.
Saat ini, sekitar 10 persen kuota penyaluran masih dalam tahap finalisasi administrasi yang sedang dikebut oleh kementerian terkait. Terdapat penambahan signifikan dalam data penerima manfaat, yaitu sekitar 3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang terdaftar dalam PKH maupun BPNT.
Untuk memfasilitasi pencairan bagi KPM baru ini, lembaga perbankan Himbara bersama PT Pos Indonesia tengah gencar memfasilitasi proses pembukaan rekening kolektif atau Burekol. Petugas di lapangan juga ditugaskan untuk mendistribusikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan kepada para penerima manfaat.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) turut mengambil peran penting dengan mempercepat distribusi bantuan pangan untuk periode penyaluran Februari hingga Maret 2026. Terdapat perbedaan signifikan pada skema bantuan tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu adanya penambahan komoditas yang akan diterima masyarakat.
Keluarga penerima manfaat dijadwalkan akan mendapatkan tambahan beras dengan berat 20 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter. Program bantuan pangan ini secara spesifik menyasar kelompok masyarakat yang berada dalam Desil 1 hingga 4 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DESN).
Target pemerintah adalah memastikan seluruh distribusi logistik pangan ini rampung sebelum dimulainya masa mudik Lebaran. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk kebutuhan rumah tangga jauh sebelum periode puncak perayaan Idul Fitri tiba.
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa juga menjadi prioritas utama yang difokuskan bagi warga yang tergolong dalam kategori miskin ekstrem. KPM berpotensi menerima akumulasi dana hingga Rp900.000 yang mencakup alokasi bantuan untuk periode Januari hingga Maret.
Kementerian Sosial juga melanjutkan program pemulihan ekonomi yang ditujukan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera, dengan penyaluran bantuan dana pascabencana senilai Rp8 juta per keluarga. Dana ini didistribusikan melalui kantor pos untuk mempercepat pemulihan kondisi keuangan warga terdampak.