PORTAL7.CO.ID - Politikus senior sekaligus Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menyuarakan pandangan kritis mengenai posisi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Sorotan ini disampaikan Amien Rais saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Partai Ummat pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Perhatian utama Amien Rais tertuju pada dugaan pengaruh Teddy Indra Wijaya yang dinilai terlalu besar di lingkungan terdekat Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, peran tersebut telah melampaui batas kewenangan administratif seorang sekretaris kabinet.

Kritik ini disampaikan Amien Rais di Mlati, Sleman, tempat acara Munas Partai Ummat berlangsung. Ia menyoroti adanya potensi kontrol ketat terhadap akses komunikasi pihak eksternal, termasuk para menteri, untuk bertemu langsung dengan kepala negara.

Amien Rais mengklaim menerima informasi keluhan dari beberapa menteri kabinet yang kesulitan mengatur jadwal pertemuan singkat dengan Presiden. Kondisi ini dianggapnya dapat mengganggu efektivitas kepemimpinan nasional karena adanya penumpukan kekuasaan pada satu figur.

"Sampai-sampai yang menentukan tamu siapa, menteri mana, jenderal mana yang bisa ketemu Pak Prabowo itu si Teddy ini," kata Amien Rais, Politikus Senior, menggambarkan situasi tersebut.

Ia menekankan bahwa pola komunikasi yang tertutup melalui satu pintu kontrol ini berpotensi menciptakan masalah serius bagi perjalanan kepemimpinan Presiden Prabowo ke depan. Hal ini dilihat sebagai hambatan struktural dalam birokrasi pemerintahan.

"Nah yang kayak begini ini menjadi blunder, menjadi handicap bagi perjalanan kepemimpinan Pak Prabowo itu," cetusnya Amien Rais, Politikus Senior, mengenai dampak dari sentralisasi akses tersebut.

Meskipun melontarkan kritik tajam terkait peran tersebut, Amien Rais menawarkan solusi yang bersifat non-hukuman disiplin. Ia menyarankan agar Teddy Indra Wijaya diberikan tugas lain di luar lingkaran terdekat Presiden.

"Nggak usah dihukum, nggak usah dicerca. Cuma diberikan job yang lain, diganti dengan seseorang yang tidak jadi beban," tegas Amien Rais, Politikus Senior, mengenai langkah yang seharusnya diambil.