Rempah-rempah Nusantara telah lama dikenal sebagai fondasi utama kekayaan kuliner Indonesia yang tak tertandingi. Keberadaan rempah seperti cengkeh, pala, dan lada kini kembali mendapat sorotan sebagai aset strategis nasional yang harus dijaga.

Secara faktual, Indonesia memiliki lebih dari 300 jenis rempah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, banyak di antaranya memiliki nilai gizi dan antioksidan tinggi. Data menunjukkan adanya peningkatan minat konsumen domestik dan global terhadap produk makanan yang menggunakan bahan alami dan rempah otentik.

Selama beberapa dekade, penggunaan rempah sempat didominasi oleh komoditas impor atau bumbu instan yang menawarkan kepraktisan. Namun, tren gaya hidup sehat mendorong masyarakat kembali mencari bahan baku alami, mengembalikan rempah ke posisi sentral dalam dapur modern.