Tren gastronomi Indonesia saat ini menunjukkan pergeseran signifikan menuju pemanfaatan kekayaan bahan pangan lokal. Gerakan ini bukan sekadar mode sesaat, melainkan upaya mendalam untuk menghidupkan kembali komoditas dan cita rasa Nusantara yang terancam hilang.
Banyak koki profesional kini secara aktif mencari dan mengolah bahan-bahan endemik seperti talas ungu, beras hitam, hingga berbagai jenis rempah liar dari pelosok daerah. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan identitas kuliner Indonesia yang lebih otentik dan berkelanjutan di kancah internasional.
Latar belakang utama munculnya tren ini adalah kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Selama beberapa dekade, banyak varietas tanaman pangan lokal terdesak oleh komoditas impor atau yang lebih populer secara massal.