PORTAL7.CO.ID - Mie merupakan salah satu jenis olahan pangan yang memiliki popularitas tinggi di tengah masyarakat Indonesia. Tingginya permintaan ini sayangnya sering dimanfaatkan oknum nakal untuk mencampurkan bahan pengawet berbahaya.

Konsumen kini dituntut untuk lebih teliti dan jeli saat memilih produk mie basah yang dijual di berbagai lapak maupun pasar tradisional. Ancaman penggunaan formalin sebagai pengawet ilegal masih menjadi isu serius yang membahayakan kesehatan publik.

Formalin sejatinya merupakan larutan kimia yang memiliki fungsi utama sebagai pengawet spesimen biologi atau bahkan digunakan untuk mengawetkan jenazah. Oleh karena itu, zat ini sama sekali tidak diperuntukkan untuk dikonsumsi oleh manusia.

Agar terhindar dari potensi dampak buruk konsumsi formalin, publik perlu dibekali pengetahuan mengenai tandanya. Berikut adalah lima indikator utama yang sering muncul pada mie yang terbukti mengandung zat pengawet terlarang tersebut.

Salah satu indikator paling awal yang sering digunakan untuk mendeteksi kandungan formalin adalah melalui pengamatan tekstur fisik mie. Mie yang terpapar formalin cenderung menunjukkan tingkat elastisitas yang sangat berlebihan dan tidak wajar.

Saat konsumen mencoba menarik atau menekan mie tersebut, mereka akan mendapati bahwa mie tersebut sangat alot dan sulit putus. Tekstur ini terasa jauh lebih kaku jika dibandingkan dengan karakteristik mie segar alami yang seharusnya.

Sebagai pembanding yang jelas, mie basah yang diproduksi secara alami seharusnya memiliki tekstur yang lebih lembut dan cenderung mudah patah jika ditarik dengan kekuatan yang cukup besar. Perbedaan inilah yang harus menjadi perhatian utama pembeli.

"Saat ditarik atau ditekan, mie tidak mudah putus dan terasa lebih kaku dibandingkan mie segar pada umumnya," merupakan salah satu ciri yang perlu diwaspadai oleh pembeli, dilansir dari bogorplus.id.

Informasi ini penting disebarluaskan agar masyarakat dapat melindungi diri dari risiko kesehatan jangka panjang yang disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi bahan kimia berbahaya ini.