Fenomena pergeseran usia penderita penyakit tidak menular kini menjadi perhatian serius di tengah masyarakat Indonesia. Banyak individu di usia produktif mulai terdiagnosis kondisi medis yang biasanya menyerang kelompok lanjut usia.

Penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, hingga gangguan jantung kini semakin sering ditemukan pada pasien berusia di bawah empat puluh tahun. Data menunjukkan bahwa gaya hidup sedenter dan pola makan tinggi gula menjadi pemicu utama lonjakan kasus ini.

Perubahan pola konsumsi masyarakat menuju makanan cepat saji mempercepat kerusakan metabolisme tubuh sejak dini. Kurangnya aktivitas fisik akibat ketergantungan pada teknologi digital turut memperburuk kondisi kesehatan generasi muda.