Umat Islam di Provinsi Sulawesi Tenggara kini memasuki hari keenam pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa, 24 Februari 2026. Momentum ini menuntut kedisiplinan masyarakat dalam memantau waktu ibadah agar tetap berjalan sesuai syariat yang berlaku. Ketepatan waktu imsak dan berbuka menjadi kunci utama bagi kekhusyukan umat di wilayah Bumi Halooleo tersebut.
Berdasarkan data resmi, waktu imsak di Kota Kendari jatuh pada pukul 04.31 WITA dengan jadwal berbuka puasa pukul 18.12 WITA. Sementara itu, Kota Baubau mencatatkan waktu imsak satu menit lebih awal yakni pukul 04.30 WITA dan Maghrib pada pukul 18.13 WITA. Perbedaan tipis ini menunjukkan variasi geografis yang memengaruhi rotasi waktu di setiap daerah di jazirah tenggara Sulawesi.
Untuk wilayah Kabupaten Kolaka, masyarakat perlu bersiap memulai puasa saat imsak pada pukul 04.35 WITA dan berbuka pukul 18.16 WITA. Di sisi lain, Wakatobi memiliki jadwal yang lebih awal dengan waktu imsak pukul 04.26 WITA dan Maghrib pukul 18.09 WITA. Konawe Kepulauan bahkan mencatatkan waktu imsak paling dini dibandingkan daerah lain, yaitu pada pukul 04.25 WITA.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah menyusun jadwal imsakiyah ini sebagai acuan tunggal bagi seluruh umat Muslim di Indonesia. Penentuan waktu imsak sengaja ditetapkan sekitar 10 menit sebelum azan Subuh berkumandang sebagai langkah kehati-hatian. Langkah preventif ini bertujuan agar umat tidak terburu-buru dalam mengakhiri aktivitas sahur mereka sebelum fajar menyingsing.
Kawasan Buton Raya yang meliputi Buton Tengah hingga Buton Utara memiliki rentang waktu imsak antara pukul 04.28 hingga 04.30 WITA. Wilayah Muna dan Muna Barat juga mengikuti pola serupa dengan estimasi waktu berbuka puasa di kisaran pukul 18.12 sampai 18.13 WITA. Sinkronisasi waktu ini sangat krusial bagi kelancaran ibadah kolektif di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara yang heterogen.
Selain mematuhi jadwal, umat juga diingatkan untuk menyempurnakan ibadah dengan melafalkan niat puasa pada malam hari atau sebelum fajar. Doa berbuka puasa pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan saat azan Maghrib mulai menggema di seantero wilayah Sulawesi Tenggara. Kesadaran spiritual ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci yang penuh berkah ini.
Mengikuti jadwal resmi pemerintah merupakan langkah bijak untuk menjaga ketertiban pelaksanaan ibadah puasa di berbagai kabupaten dan kota. Dengan panduan yang jelas, masyarakat Sulawesi Tenggara dapat menjalankan rutinitas Ramadhan 1447 H dengan lebih tenang dan terorganisir. Semoga ibadah puasa pada hari keenam ini memberikan keberkahan yang melimpah bagi seluruh umat Muslim.
Sumber: Bansos.medanaktual