Umat Islam di Kota Palembang kini bersiap memasuki hari keempat ibadah puasa Ramadan pada Minggu, 22 Februari 2026. Penentuan waktu imsak menjadi krusial sebagai batas akhir santap sahur bagi para jemaah di wilayah tersebut. Pemerintah melalui Kementerian Agama telah merilis jadwal resmi agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tepat waktu dan tertib.

Berdasarkan data resmi dari laman Bimas Islam Kemenag, waktu Imsak di wilayah Palembang jatuh pada pukul 04:43 WIB. Selang sepuluh menit kemudian, kumandang azan Subuh akan terdengar tepat pada pukul 04:53 WIB sebagai tanda dimulainya puasa. Sementara itu, matahari diperkirakan terbit pukul 06:06 WIB yang menandai transisi menuju waktu Duha pada pukul 06:33 WIB.

Perjalanan ibadah berlanjut hingga siang hari dengan waktu Dzuhur yang jatuh pada pukul 12:18 WIB bagi warga setempat. Memasuki sore hari, umat Muslim dapat menunaikan salat Ashar mulai pukul 15:30 WIB sesuai ketetapan astronomis wilayah Sumatera Selatan. Perbedaan letak geografis antar daerah menyebabkan jadwal ini bersifat spesifik dan wajib diperhatikan oleh masyarakat Palembang.

Momen yang paling dinantikan yakni berbuka puasa atau waktu Maghrib akan tiba pada pukul 18:23 WIB. Rangkaian ibadah harian kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Isya yang dijadwalkan pada pukul 19:32 WIB malam hari. Referensi dari buku Tuntunan Ibadah Ramadhan karya R. Syamsul menekankan pentingnya menjaga niat serta menjauhi segala hal yang dapat membatalkan puasa.

Sebelum memulai puasa, umat dianjurkan melafalkan niat yang berbunyi "Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta’ālā". Niat ini menjadi rukun penting yang membedakan ibadah puasa dengan sekadar menahan lapar dan dahaga biasa. Kesadaran akan jadwal yang akurat sangat membantu jemaah dalam mengatur ritme aktivitas fisik maupun spiritual selama bulan suci.

Terkait doa berbuka, terdapat dua versi populer yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam berbagai literatur agama. Versi riwayat Abu Daud menekankan pada hilangnya rasa haus dan basahnya urat-urat sebagai tanda syukur setelah seharian berpuasa. Sementara itu, doa versi populer "Allahumma laka shumtu" tetap menjadi pilihan utama yang umum diajarkan sejak bangku pendidikan dini.

Kehadiran jadwal imsakiyah ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi warga Palembang dalam mengoptimalkan ibadah Ramadan 1447 H. Kedisiplinan waktu dalam bersahur dan berbuka mencerminkan ketaatan seorang hamba dalam menjalankan setiap perintah agama dengan sungguh-sungguh. Semoga seluruh rangkaian ibadah di hari keempat ini mendatangkan keberkahan serta pahala yang berlipat ganda bagi semua.