PORTAL7.CO.ID - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, menegaskan pentingnya integritas dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang dialokasikan untuk Sekolah Rakyat. Penegasan ini disampaikan dalam sebuah acara penutupan pelatihan yang berfokus pada tata kelola aset tersebut.
Peran BMN di Sekolah Rakyat, menurut Wamensos, jauh melampaui sekadar inventaris administrasi belaka. Aset-aset tersebut sesungguhnya merupakan representasi nyata dari amanah yang dipercayakan oleh seluruh rakyat Indonesia kepada pemerintah.
Hal ini disampaikan Wamensos saat menutup agenda Pelatihan Pengelolaan BMN bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi. Acara ini diselenggarakan untuk menyelaraskan pemahaman teknis pengelolaan aset dengan semangat kebangsaan yang diusung pemerintah saat ini.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan program strategis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan utama memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas bagi generasi muda. Kementerian Sosial berfokus mendorong kemandirian ekonomi bagi keluarga kurang mampu melalui program ini.
Wamensos mengingatkan para pengelola bahwa tugas mereka adalah menjaga harapan orang tua yang telah menitipkan masa depan anak-anak mereka kepada negara. Setiap fasilitas di sekolah tersebut memiliki makna sosial yang mendalam bagi masyarakat.
"Hari ini kita tidak sedang berbicara sekadar tentang meja, tentang kursi, gedung, kendaraan, komputer atau inventaris negara. Kita sedang berbicara tentang amanah rakyat. Tentang harapan orang-orang kecil yang menitipkan masa depan anak-anaknya kepada negara," jelas Agus Jabo.
Beliau menekankan bahwa seluruh fasilitas pendidikan ini didanai dari pajak dan keringat rakyat dari berbagai lapisan masyarakat. Dana tersebut dikumpulkan dari kontribusi para pekerja keras di seluruh Indonesia.
"Semuanya berasal dari uang rakyat. Dari pajak para pedagang kecil di pasar, dari keringat buruh yang bekerja di pabrik-pabrik selama 8 jam kadang lembur, dari hasil panen petani, dari kerja keras nelayan yang berangkat sebelum matahari terbit, barang-barang yang kita urus nanti itu berasal dari pajak-pajak yang diambil dari saudara-saudara kita," tutur Agus Jabo.
Wamensos memberikan peringatan keras agar para pengelola menjauhi segala bentuk penyimpangan dan ketidakjujuran dalam mengelola aset negara. Kelalaian atau korupsi dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.