Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini merilis data mengejutkan mengenai industri pinjaman daring atau fintech peer-to-peer (P2P) lending. Total utang masyarakat Indonesia melalui pinjol kini telah mencapai angka fantastis, menembus Rp 94,85 triliun per November 2025. Laporan ini secara jelas menunjukkan bahwa ketergantungan publik terhadap layanan pinjaman digital terus meningkat secara signifikan.
Angka Rp 94,85 triliun tersebut mencerminkan pertumbuhan tahunan yang sangat pesat dalam kurun waktu satu tahun. Tercatat, nilai pembiayaan ini melonjak sebesar 25,45% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Pertumbuhan dua digit ini menegaskan laju ekspansi sektor pinjaman daring yang semakin tak terbendung di tengah masyarakat.
Kenaikan outstanding pinjaman ini juga menandai tren peningkatan berkelanjutan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Data OJK menunjukkan adanya pertumbuhan beruntun dari bulan sebelumnya. Pada Oktober 2025, nilai outstanding pembiayaan pinjol sudah berada di level Rp 92,92 triliun.
Meskipun demikian, pertumbuhan tahunan pada Oktober masih tercatat di angka 23,86%. Hal ini mengindikasikan bahwa akselerasi pertumbuhan pinjaman daring justru terjadi lebih cepat pada bulan November. Lonjakan ini mencerminkan tingginya permintaan pembiayaan cepat menjelang akhir tahun.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembuh Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengonfirmasi lonjakan nilai pembiayaan tersebut. Menurutnya, pertumbuhan yang pesat ini merupakan indikator jelas dari tingginya aktivitas di sektor pinjaman daring. Data ini menunjukkan bahwa P2P lending semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam mengakses pembiayaan.
Besarnya nilai utang outstanding yang hampir menyentuh Rp 95 triliun ini menimbulkan kekhawatiran terkait pengawasan. Regulator harus memastikan bahwa platform pinjol beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak merugikan konsumen. Pengawasan ketat diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah tingginya risiko pinjaman.
Secara keseluruhan, data November 2025 ini memperkuat posisi industri P2P lending sebagai salah satu mesin pertumbuhan utama di sektor jasa keuangan. Lonjakan utang yang signifikan menjadi cerminan bahwa pinjaman daring telah terintegrasi dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Ke depannya, tantangan utama adalah menjaga stabilitas sistem dan meningkatkan literasi keuangan seiring ekspansi masif ini.