PORTAL7.CO.ID - Sebuah musibah kebakaran besar melanda kawasan pemukiman terapung di Kampung Bahagia, Sabah, Malaysia. Peristiwa ini mengejutkan warga setempat yang tengah beristirahat di kediaman mereka masing-masing.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api mulai terlihat pada Minggu (19/4/2026) dini hari. Suasana fajar yang biasanya tenang seketika berubah menjadi situasi mencekam dan penuh kepanikan luar biasa.

Sebagian besar warga dilaporkan masih terlelap saat si jago merah mulai merambat ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Hal ini membuat upaya penyelamatan diri menjadi sangat krusial di tengah kondisi darurat yang terjadi secara tiba-tiba.

Kecepatan perambatan api dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi fisik bangunan di lokasi kejadian. Hembusan angin yang kencang membuat api sangat sulit dikendalikan oleh warga meskipun telah berusaha melakukan pemadaman.

Selain faktor angin, material bangunan yang didominasi oleh kayu menjadi bahan bakar utama yang mempercepat skala kebakaran. Struktur rumah kayu tersebut membuat api menjalar dengan sangat cepat dari satu unit ke unit bangunan lainnya.

Dalam kurun waktu beberapa jam saja, pemukiman yang berada di atas permukaan air tersebut berubah menjadi lautan api. Luasnya area yang terdampak membuat proses pengendalian api menjadi tantangan besar bagi petugas di lapangan.

Insiden tragis yang menghanguskan ratusan rumah di desa terapung ini dilansir dari Jabaronline.com. Laporan tersebut menyoroti betapa cepatnya perubahan situasi dari ketenangan fajar menjadi bencana yang meluluhlantakkan pemukiman.

Hingga saat ini, pihak berwenang setempat terus melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam sepenuhnya. Pendataan terhadap total kerugian materiil dan dampak sosial bagi para penghuni juga sedang berlangsung.

Dampak dari kebakaran ini menyebabkan ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal mereka dalam waktu singkat. Bantuan darurat dari berbagai pihak kini sangat diharapkan untuk meringankan beban para korban di Kampung Bahagia.