PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas dalam menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan dengan menggelar operasi pengendalian populasi spesies invasif. Operasi besar-besaran yang menyasar ikan sapu-sapu ini dilakukan di perairan lima wilayah kota pada Jumat (17/4/2026).
Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, petugas berhasil menjaring puluhan ribu ekor ikan dalam kurun waktu satu hari. Fokus penangkapan terbesar berada di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Berdasarkan data yang dihimpun, total ikan sapu-sapu yang ditangkap mencapai 68.880 ekor dengan berat sekitar 6,98 ton," kata Hasudungan A Sidabalok, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa populasi ikan sapu-sapu saat ini telah mendominasi lebih dari 60 persen perairan di ibu kota. Ia turut memperingatkan warga agar tidak mengonsumsi ikan tersebut karena adanya ancaman residu polutan yang membahayakan kesehatan manusia.
Dukungan terhadap langkah pembersihan ini datang dari legislatif, salah satunya Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter. Ia menilai operasi ini sangat penting, namun menekankan perlunya pengawasan ketat pada fase pasca-penangkapan agar tidak terjadi penyimpangan.
"Operasi ini tidak boleh berhenti pada penangkapan semata. Harus ada sistem pengawasan yang ketat, transparan, dan akuntabel, khususnya dalam proses pemusnahan atau pemanfaatan hasil tangkapan," ujar Jupiter, Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta.
Jupiter menambahkan bahwa dokumentasi yang transparan menjadi kunci utama untuk mencegah ikan-ikan yang terkontaminasi tersebut masuk kembali ke pasar secara ilegal. Hal ini diperlukan guna menutup ruang bagi oknum yang ingin memanipulasi hasil operasi di lapangan.
"Kami menekankan pentingnya pendataan yang jelas, pelaporan terbuka, serta dokumentasi proses pemusnahan, guna menutup celah potensi penyalahgunaan oleh oknum. Jangan sampai ikan yang sudah ditangkap justru kembali beredar secara ilegal di pasar," tutur Jupiter, Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta.
Selain pemusnahan, Fraksi NasDem memberikan masukan agar pemerintah mulai mengkaji potensi pemanfaatan ikan sapu-sapu untuk sektor non-pangan. Salah satu opsi yang diusulkan adalah pengolahan menjadi bahan baku pakan ternak dengan pengawasan otoritas terkait.