PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kota Kediri resmi memperkenalkan inisiatif kreatif bertajuk Roeang Baca Buku di Cafe atau Robusca untuk memperkuat minat baca masyarakat. Langkah ini diambil sebagai respons strategis terhadap dominasi penggunaan gawai yang mulai menggeser budaya literasi konvensional secara masif. Peluncuran program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali antusiasme membaca di ruang-ruang publik yang populer bagi kalangan milenial.

Program inovatif ini merupakan buah sinergi antara Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) dengan berbagai instansi lintas sektor. Dinas Perhubungan, Diskominfo, serta Karang Taruna Kelurahan Kaliombo turut berperan aktif dalam mewujudkan fasilitas literasi di tempat bersantai tersebut. Melalui Robusca, pengunjung kafe kini memiliki akses mudah untuk menikmati beragam koleksi buku fisik maupun materi bacaan digital.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa Robusca adalah solusi adaptif pemerintah dalam menghadapi perubahan pola perilaku generasi muda saat ini. Beliau mengamati bahwa anak-anak zaman sekarang jauh lebih sering menghabiskan waktu dengan perangkat elektronik dibandingkan menyentuh buku cetak. Keberadaan ruang baca di tempat nongkrong diharapkan menjadi jembatan agar budaya literasi tetap relevan dan hidup di tengah gempuran era digital. "Anak-anak sekarang jarang memegang buku, tapi sering memegang gadget. Kita tidak tahu apakah isinya bermain gim, melihat media sosial, atau membaca. Maka ruang baca di kafe ini menjadi jalan tengah agar budaya baca tetap hidup," kata Vinanda kepada detikJatim pada Sabtu (28/2/2026). Ia menekankan bahwa transformasi fungsi kafe ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan intelektual pemuda di Kota Kediri.

Lebih lanjut, Vinanda memproyeksikan kafe bukan lagi sekadar tempat untuk makan dan minum, melainkan pusat edukasi dan interaksi sosial yang produktif. Robusca dirancang untuk memicu berbagai kegiatan literasi seperti kelas menulis, bedah buku, hingga diskusi karya sastra yang mendalam. Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang santai namun tetap berbobot bagi seluruh lapisan warga.

Kepala Disarpus Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem peminjaman digital yang terintegrasi untuk memudahkan pengunjung. Disarpus menyesuaikan jumlah koleksi buku dengan kapasitas ruang yang tersedia di setiap kafe mitra agar tetap nyaman bagi pelanggan. Selain buku fisik, dukungan teknologi dari Diskominfo juga memungkinkan pemetaan minat baca pengunjung berdasarkan data usia dan jenis bacaan secara akurat.

Manager Ngangeni.id, Rendy, menyambut positif kolaborasi ini karena sejalan dengan konsep usaha sosial mandiri yang diusung Karang Taruna Kaliombo. Ia berkomitmen agar bisnis kafe yang dikelolanya tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan literasi masyarakat. Ke depannya, proyek percontohan di Ngangeni.id ini akan diperluas ke berbagai kafe lain di seluruh wilayah Kota Kediri guna memperkuat budaya baca.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/pemkot-kediri-luncurkan-robusca-tingkatkan-literasi