PORTAL7.CO.ID - Polemik internal di tubuh FC Barcelona kembali memanas seiring mendekatnya agenda pemilihan presiden klub yang akan datang. Kritikan tajam datang dari legenda klub sekaligus mantan pelatih, Xavi Hernandez, yang menyoroti penanganan Joan Laporta terkait dua isu krusial.

Isu utama yang diangkat Xavi adalah kegagalan memulangkan bintang legendaris Lionel Messi ke Camp Nou pada bursa transfer musim panas 2023 lalu. Xavi secara terbuka menuding Presiden Laporta membatalkan rencana kepulangan tersebut, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan lisan.

Selain masalah Messi, Xavi juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap janji Laporta terkait masa depannya sebagai pelatih kepala. Ia mengklaim bahwa Laporta membujuknya untuk tidak mengundurkan diri pada akhir musim 2023/2024, namun justru memecatnya beberapa minggu setelahnya.

Dugaan Xavi mengenai pembatalan transfer Messi mendapatkan dukungan dari pihak internal klub sebelumnya. Mantan direktur olahraga Barcelona, Mateu Alemany, angkat bicara mengonfirmasi bahwa mereka telah mendapatkan lampu hijau dari La Liga.

"Xavi benar, mereka memberi tahu kami bahwa kami sudah mendapat persetujuan dari La Liga," ujar Mateu Alemany saat berbicara kepada Movistar+, menguatkan klaim yang dilontarkan Xavi Hernandez.

Tuduhan tersebut disambut reaksi keras dari Joan Laporta, yang menolak keras tudingan tersebut dan menyimpulkan bahwa Xavi menyimpan dendam pribadi. Laporta menegaskan bahwa ia sama sekali tidak pernah menghalangi proses kembalinya Messi ke Barcelona.

Menurut pandangan Laporta, kegagalan transfer megabintang Argentina itu murni disebabkan oleh masalah regulasi finansial yang belum memberikan lampu hijau resmi dari otoritas liga. Ia menjelaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan badan pengatur kompetisi.

"La Liga tidak pernah memberikan persetujuan final kepada kami. Xavi berbicara dan saya melihat bahwa mereka telah memanfaatkan dia dan juga Mateu," jelas Joan Laporta, menuding ada pihak yang memanfaatkan mantan pelatih dan direktur olahraga tersebut.

Laporta juga sempat menyentuh hubungan baiknya dengan Presiden La Liga, Javier Tebas, sekaligus mengaitkan Mateu Alemany yang kini telah pindah ke Atletico Madrid dengan upaya destabilisasi klub Barcelona.