PORTAL7.CO.ID - Pasar kendaraan listrik di Indonesia memasuki babak baru seiring dengan adanya perubahan kebijakan fiskal dan dinamika energi global. Meskipun pemerintah mulai menyesuaikan kebijakan insentif, minat masyarakat terhadap mobil listrik diprediksi tidak akan luntur dalam waktu dekat.
Kondisi ini tidak terlepas dari tren kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memberikan tekanan signifikan terhadap stabilitas harga minyak mentah di pasar internasional.
Perubahan skema perpajakan bagi kendaraan ramah lingkungan ini secara resmi tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026. Regulasi tersebut mengatur tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, BBNKB, serta Pajak Alat Berat yang berdampak pada pencabutan sejumlah keistimewaan pajak sebelumnya.
Walaupun keistimewaan bebas pajak mulai dibatasi, efisiensi operasional tetap menjadi daya tarik utama bagi para pengguna kendaraan listrik. Hal ini menjadi pertimbangan logis bagi konsumen yang ingin menekan biaya pengeluaran jangka panjang, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, memberikan pandangan mendalam mengenai pergeseran perilaku konsumen di tengah tekanan harga minyak dunia. Ia menekankan bahwa faktor ekonomi tetap menjadi alasan terkuat bagi masyarakat dalam menentukan pilihan moda transportasi mereka.
"Bisa (masyarakat akan tetap pindah ke kendaraan listrik), karena kan penggunaan kendaraan EV itu intinya adalah penghematan biaya. Baik secara biaya penggunaan bahan bakar, maupun biaya maintenance, termasuk juga biaya pajak kendaraan, Untuk tiga hal ini, mobil EV masih unggul dibanding mobil teknologi ICE," ujar Andry Ciu.
Analisis yang disampaikan oleh Andry didasarkan pada ketidakpastian situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang hingga kini belum mereda. Ia menyoroti bagaimana kondisi global tersebut dapat berdampak langsung pada ketahanan energi dan ketersediaan stok BBM di dalam negeri.
"Ada peluang juga (kendaraan listrik di Indonesia akan terus tumbuh), karena kan memang harga BBM mau naik, juga kita belum tahu kelanjutan peperangan yang di Timur Tengah itu sampai kapan, dampaknya seperti apa di kita (di Indonesia), apakah akan terjadi kelangkaan BBM di Indonesia atau tidak?" kata Andry Ciu.
Saat ini, penyesuaian harga energi sudah mulai dirasakan oleh masyarakat, terutama pada jenis bahan bakar nonsubsidi. Pemerintah dan otoritas terkait terus memantau pergerakan harga minyak dunia untuk menentukan langkah kebijakan energi selanjutnya di pasar domestik.