PORTAL7.CO.ID - Pada Rabu (6/5/2026), dua produsen otomotif besar, Toyota dan Jaecoo, secara resmi merinci estimasi biaya penggantian komponen baterai untuk jajaran kendaraan elektrifikasi mereka yang tersedia di pasar Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memberikan kejelasan finansial yang lebih baik kepada konsumen terkait biaya kepemilikan kendaraan hybrid maupun listrik.
Public Relations Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Philardi Ogi, menekankan bahwa pemilik Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid tidak perlu terlalu cemas mengenai biaya penggantian baterai dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh adanya perlindungan garansi yang cukup panjang yang disediakan oleh pabrikan untuk komponen vital tersebut.
Dilansir dari Kompas.com, Philardi Ogi menyatakan bahwa kekhawatiran konsumen dapat diminimalisir karena adanya jaminan pabrikan, "Sebenarnya customer tidak perlu khawatir ya karena baterai seluruh produk Hybrid EV Toyota sudah bergaransi 8 tahun atau 160.000 km," ujarnya saat dihubungi pada Rabu (5/5/2026).
Namun, jika terjadi kerusakan yang terjadi di luar periode garansi yang telah ditetapkan, Toyota mematok harga paket baterai assembly untuk Innova Zenix Hybrid mencapai angka sekitar Rp 48 juta. Kebijakan teknis dari Toyota mengharuskan penggantian dilakukan secara menyeluruh untuk satu rangkaian baterai penuh.
Ogi menjelaskan lebih lanjut mengenai prosedur penggantian tersebut, "Penggantian tersebut untuk keseluruhan paket baterai, kami (Toyota) tidak menjual per modul," tegasnya.
Toyota juga menambahkan bahwa estimasi waktu yang dibutuhkan untuk proses penggantian akan ditentukan setelah teknisi melakukan pemeriksaan mendalam di bengkel resmi. Diagnosis yang akurat sangat diperlukan untuk memastikan penanganan yang tepat sesuai tingkat kerusakan yang terjadi pada kendaraan.
"Proses perbaikan tetap akan menyesuaikan hasil pemeriksaan dan tingkat kerusakan yang dialami, sehingga diagnosis, penanganan, serta estimasi waktu pengerjaan dapat dilakukan secara lebih akurat," tambah Ogi.
Sementara itu, merek Jaecoo juga turut memaparkan rincian biaya penggantian baterai untuk tiga model berbeda, yang harganya bervariasi tergantung kapasitas energi masing-masing model. Menurut informasi yang beredar, harga baterai Jaecoo berada dalam rentang antara Rp 106 juta hingga Rp 174 juta, belum termasuk komponen Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohammad Ilham Pratama, memberikan rincian spesifik untuk model J7, J8, dan J5 EV yang direncanakan akan dipasarkan, "J7 SHS sekitar Rp 106 juta untuk kapasitas 18,3 kWh, J8 SHS Rp 160 juta dengan 34,4 kWh, dan J5 EV Rp 174 juta dengan kapasitas 60,9 kWh," jelas Ilham kepada Kompas.com pada Rabu (6/5/2026).