PORTAL7.CO.ID - Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) di bawah naungan Kementerian Perhubungan mengambil langkah strategis dalam memperingati Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026. Instansi ini menyelenggarakan layanan medis khusus bagi para pekerja di sektor transportasi maritim sebagai bentuk apresiasi nyata bagi para pejuang laut.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Klinik Utama Sentra Maritim Medika (SMM) dengan tujuan meningkatkan standar kesehatan para pengguna jasa transportasi laut. Fokus utama program ini adalah memberikan pemeriksaan kesehatan menyeluruh guna memastikan kebugaran fisik para pekerja maritim tetap optimal.
Menariknya, suasana peringatan ini diwarnai dengan kehadiran tenaga kesehatan perempuan yang mengenakan busana kebaya saat menjalankan tugas medis mereka. Dilansir dari Money, langkah simbolis ini merupakan representasi dari semangat juang Kartini yang diadaptasi ke dalam lingkungan profesional medis modern.
"Perempuan memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan, termasuk di sektor maritim yang penuh tantangan. Melalui momentum Hari Kartini, kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya cepat dan profesional, tetapi juga hangat dan penuh kepedulian," ujar Wisnu Wardana.
Selain pelayanan medis, pihak BKKP juga membagikan paket makanan ringan kepada seluruh pasien yang hadir untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Upaya ini dilakukan untuk membangun kedekatan emosional serta memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat dan para pekerja di lingkungan pelabuhan.
Akses layanan kesehatan ini tersebar secara merata di beberapa titik strategis, mulai dari Klinik Utama Gunung Sahari hingga unit layanan di kawasan pelabuhan. Salah satu titik layanan tersibuk berada di Klinik SMM Express yang menyediakan fasilitas sehat cepat (FAST) bagi pekerja di Pelabuhan Tanjung Priok.
Para pekerja dapat memanfaatkan beragam jenis pemeriksaan dasar secara cuma-cuma, mulai dari pengecekan tekanan darah hingga kadar gula darah. Layanan ini juga mencakup pemeriksaan kolesterol dan asam urat sebagai bagian dari deteksi dini terhadap risiko penyakit degeneratif di lapangan.
"Semangat Kartini kami implementasikan dalam budaya kerja yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima. Ini menjadi bagian dari komitmen BKKP dalam mendukung peningkatan kinerja layanan kesehatan sekaligus mendukung target pembangunan zona integritas menuju WBBM 2026," kata Wisnu Wardana.
Langkah ini selaras dengan transformasi BKKP yang saat ini telah menyandang status sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Integrasi nilai-nilai perjuangan nasional ke dalam budaya kerja diharapkan mampu mempercepat pencapaian predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026.