PORTAL7.CO.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau kesiapan fasilitas kampus yang rencananya akan dialihfungsikan menjadi lokasi rintisan program Sekolah Rakyat.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa aset negara dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan pendidikan masyarakat luas, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Fokus utama peninjauan adalah melihat kondisi fisik bangunan serta menyusun rencana renovasi agar gedung tersebut segera layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Dalam agenda tersebut, Gus Ipul didampingi oleh sejumlah pejabat terkait, di antaranya Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Bisma Staniarto, serta Ketua STIP, Tri Cahyadi. Kolaborasi antar-instansi ini diperlukan untuk mempercepat proses alih fungsi lahan pendidikan tersebut.

Berdasarkan hasil identifikasi tim teknis di lapangan, terdapat empat gedung utama dan dua area olahraga di lingkungan STIP yang telah mendapatkan izin operasional untuk Sekolah Rakyat. Secara keseluruhan, kawasan kampus ini memiliki 56 bangunan yang tersebar di wilayah yang cukup luas.

"Untuk tahap awal, kapasitas yang disiapkan sekitar 100 siswa, didukung dua tenaga pembimbing dan 18 tenaga pengajar," ujar Bisma Staniarto saat menjelaskan rencana daya tampung fasilitas tersebut.

Evaluasi struktur bangunan menunjukkan hasil yang positif, di mana fondasi, atap, serta balok utama gedung dinilai masih sangat kokoh dan layak pakai. Kerusakan yang ditemukan di lapangan hanya bersifat minor, seperti pada bagian arsitektur luar dan sistem pencahayaan atau utilitas lampu.

"Kami optimistis akhir April seluruh perbaikan bisa dituntaskan dan gedung siap digunakan pada awal Mei," kata Bisma Staniarto terkait target penyelesaian renovasi ringan bangunan tersebut.

Selain memanfaatkan fasilitas di STIP, pemerintah juga tengah menyiapkan kawasan milik Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk menjalankan program yang sama. Lokasi tambahan ini diproyeksikan memiliki spesifikasi teknis dan daya tampung yang serupa guna menjangkau lebih banyak peserta didik.

"Selama lebih dari sembilan bulan berjalan, hasilnya cukup menggembirakan. Siswa mulai berkembang, dan para guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran tanpa mengandalkan tes akademik," tutur Gus Ipul saat mengevaluasi dampak positif program Sekolah Rakyat di titik-titik sebelumnya.