PORTAL7.CO.ID - Sebuah tragedi kemanusiaan memilukan melanda Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada Sabtu malam, 28 Februari 2026. Sebuah sekolah dasar khusus perempuan hancur lebur setelah menjadi sasaran serangan udara di tengah tensi kawasan yang kian memanas. Insiden mematikan ini memicu gelombang kecaman internasional seiring bertambahnya jumlah korban jiwa di lokasi kejadian.

Laporan dari Tasnim News Agency menyebutkan bahwa angka kematian akibat gempuran tersebut kini telah mencapai sedikitnya 57 orang. Selain korban tewas, tercatat ada 60 warga lainnya yang mengalami luka-luka serius dan membutuhkan perawatan medis darurat. Petugas di lapangan masih berjuang keras mengevakuasi sekitar 50 orang yang diduga masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan sekolah tersebut.

Pemerintah Iran secara tegas menuding militer Israel dan Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas operasi udara mematikan ini. Media pemerintah setempat mengaitkan serangan tersebut dengan eskalasi konflik regional yang semakin meluas di wilayah Timur Tengah. Meski demikian, hingga saat ini pihak Tel Aviv maupun Washington belum memberikan pernyataan resmi untuk menanggapi laporan tersebut.

Jurnalis Al Jazeera, Mohammed Vall, menilai bahwa serangan terhadap fasilitas sipil seperti sekolah akan menjadi beban moral bagi kampanye militer Amerika Serikat. Selama ini, kedua negara sekutu tersebut berulang kali mengklaim hanya menargetkan instalasi militer dan bukan penduduk sipil Iran. Kejadian di Minab ini justru menunjukkan realitas yang bertolak belakang dengan narasi yang selama ini mereka bangun di kancah global.

Vall juga menyoroti janji politik Presiden Trump yang sebelumnya menyatakan akan membawa bantuan serta pembebasan bagi rakyat Iran. Kehadiran korban sipil dalam jumlah besar diprediksi akan mempersulit posisi diplomatik Amerika Serikat di mata dunia internasional. Pemerintah Iran dipastikan akan menggunakan insiden berdarah ini sebagai bukti kuat adanya pelanggaran hukum internasional dan agresi terhadap rakyat mereka.

Di lokasi kejadian, tim penyelamat terus bekerja tanpa henti untuk mencari tanda-tanda kehidupan di antara reruntuhan beton sekolah yang hancur. Suasana mencekam masih menyelimuti Provinsi Hormozgan saat keluarga korban menunggu kabar pasti mengenai nasib anggota keluarga mereka. Operasi pencarian diperkirakan akan memakan waktu lama mengingat kerusakan struktur bangunan yang sangat masif akibat ledakan rudal tersebut.

Serangan udara ini menandai titik terendah baru dalam dinamika konflik bersenjata yang melibatkan kekuatan besar di wilayah Iran selatan. Publik kini menanti respons dunia internasional terhadap agresi yang menyasar institusi pendidikan dan anak-anak tersebut. Masa depan stabilitas kawasan semakin tidak menentu seiring dengan meningkatnya aksi saling serang yang terus mengorbankan nyawa warga tak berdosa.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/serangan-udara-sekolah-iran-tewaskan