PORTAL7.CO.ID - Keputusan mengejutkan datang dari Tottenham Hotspur yang secara resmi mengumumkan penunjukan Roberto De Zerbi sebagai juru taktik baru mereka. Langkah ini diambil dalam situasi krusial, di mana klub berada di persimpangan antara potensi kebangkitan atau ancaman degradasi yang memalukan dalam sejarah Premier League.
Penunjukan ini terjadi setelah periode kepemimpinan Igor Tudor yang dinilai gagal total oleh banyak pihak. Menurut informasi yang beredar, De Zerbi direkrut untuk memberikan suntikan semangat dan perubahan taktik drastis menjelang akhir musim kompetisi.
Pelatih asal Italia tersebut dikenal atas kesuksesannya yang fenomenal saat menangani Brighton & Hove Albion. Ia berhasil membawa klub tersebut lolos ke kompetisi Eropa untuk kali pertama sepanjang sejarah mereka pada musim 2022/2023.
Daya tarik utama manajemen Spurs terhadap De Zerbi adalah kemampuannya meraih hasil di luar dugaan, meskipun implementasi gaya bermainnya dianggap membawa risiko besar saat ini. Hal ini dilansir dari Independent, mengenai situasi klub saat ini.
Gaya permainan khas De Zerbi sangat mengandalkan penguasaan bola tinggi serta pembangunan serangan yang dimulai dari lini belakang. Strategi ini sangat bertolak belakang dengan performa Tottenham yang sebelumnya dihancurkan oleh Atletico Madrid di Liga Champions.
Secara taktis, De Zerbi sering menempatkan poros ganda di area pertahanan untuk memancing lawan keluar dari posisinya. Metode ini menuntut kecepatan dan kecerdasan dalam operan untuk mengeksploitasi ruang kosong yang tercipta di lini serang.
Kekhawatiran muncul karena statistik menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Tudor, Tottenham hanya mampu mencatatkan penguasaan bola di atas 50 persen sebanyak dua kali. Transisi menuju filosofi De Zerbi diprediksi tidak akan berjalan mulus dalam waktu singkat.
Bahkan, ada kekhawatiran bahwa hasil buruk di awal masa jabatannya bisa berakibat fatal, mengingat De Zerbi sempat gagal memenangkan lima pertandingan pertamanya saat di Brighton. Hasil serupa di Spurs bisa memastikan mereka terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Selain tantangan teknis, penunjukan ini segera memicu gejolak di kalangan pendukung Tottenham. Hal ini disebabkan dukungan vokal De Zerbi terhadap Mason Greenwood saat keduanya bekerja sama di Marseille pada musim 2024/2025.