PORTAL7.CO.ID - Penerapan teknik berkendara eco driving dilaporkan menjadi solusi efektif untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017, metode ini mampu meningkatkan efisiensi energi kendaraan antara 10 hingga 25 persen.

Teknik ini menitikberatkan pada perilaku mengemudi yang lebih halus serta kepatuhan terhadap perawatan rutin kendaraan. Dengan kombinasi yang tepat antara cara berkendara dan kondisi mesin, pengemudi dapat menghemat pengeluaran bahan bakar secara signifikan setiap harinya.

Langkah awal dalam mencapai efisiensi ini adalah dengan menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan agar mesin bekerja optimal. Dilansir dari rri.co.id pada Kamis (16/4/2026), pengemudi juga disarankan menjaga kecepatan tetap stabil dan menghindari akselerasi maupun pengereman mendadak.

Selain perilaku mengemudi, kondisi fisik kendaraan memegang peranan krusial dalam menjaga tingkat efisiensi harian. Faktor pendukung seperti tekanan angin ban yang ideal, penggantian oli secara teratur, serta pengurangan beban angkut berlebihan sangat membantu agar mesin tidak bekerja melampaui kapasitasnya.

Iwan, selaku pemilik bengkel Iwan Motor di Solo, memberikan anjuran teknis untuk menghadapi situasi kemacetan yang sering menguras tangki bensin. Ia menekankan pentingnya menjaga jarak aman antar kendaraan guna menghindari manuver gas dan rem yang bersifat impulsif.

"Dengan jarak yang cukup, kita tidak perlu sering rem dan gas mendadak," ujar Iwan saat memberikan keterangan pada Selasa (14/4/2026).

Bagi pengguna mobil transmisi manual, pemilihan posisi gigi yang sesuai dengan kecepatan kendaraan juga sangat disarankan untuk meringankan beban kerja mesin. Iwan turut menyoroti kebiasaan buruk membiarkan mesin menyala dalam posisi diam atau idle dalam durasi yang terlalu lama.

"Idle terlalu lama juga bikin boros. Kalau berhenti lama, sebaiknya mesin dimatikan saja," kata Iwan menjelaskan.

Aspek kenyamanan di dalam kabin, seperti penggunaan penyejuk udara (AC), ternyata berdampak langsung pada konsumsi BBM. Pengaturan suhu AC yang selalu berada pada level maksimal secara terus-menerus akan meningkatkan beban kompresor yang berujung pada pemborosan energi.