PORTAL7.CO.ID - Arsenal secara resmi mengamankan satu tempat di babak final Liga Champions musim ini setelah berhasil menyingkirkan perwakilan Spanyol, Atletico Madrid. Kemenangan krusial ini dicapai dalam pertandingan leg kedua semifinal yang berlangsung sengit.
Pertandingan penentuan tersebut digelar di Emirates Stadium pada Rabu dini hari, 6 Mei 2026 WIB. Gol tunggal dari Bukayo Saka menjadi penentu kemenangan tipis 1-0 bagi tim tuan rumah pada malam tersebut.
Dengan hasil ini, The Gunners asuhan Mikel Arteta unggul secara agregat dengan skor akhir 2-1 atas Los Colchoneros. Keberhasilan ini menandai langkah besar Arsenal untuk meraih gelar bergengsi di kompetisi Eropa tersebut.
Meskipun pertandingan berjalan intens, sorotan tajam tertuju pada emosi yang meledak dari pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menjelang akhir laga. Ketegangan tinggi terjadi akibat klaim tuan rumah yang dianggap mengulur waktu permainan.
Dilansir dari Detikcom, kemarahan Simeone memuncak ketika ia merasa Arsenal sengaja memperlambat ritme pertandingan untuk mempertahankan keunggulan tipis mereka. Emosi ini mendorongnya untuk melancarkan protes keras.
Ketidakpuasan Simeone membawanya bergerak mendekati area staf teknis kubu Arsenal. Situasi memanas ketika ia terlihat menghampiri Andrea Berta, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Olahraga The Gunners.
"Emosi yang tidak terbendung membawa Simeone bergerak menuju area staf teknis Arsenal. Ia kemudian menghampiri Andrea Berta yang menjabat sebagai Direktur Olahraga tim Meriam London tersebut," demikian deskripsi kejadian yang terekam di lapangan.
Insiden tersebut berkembang menjadi keributan fisik, di mana Simeone terekam kamera melakukan dorongan terhadap Berta. Petugas keamanan dan staf kedua tim segera turun tangan untuk melerai pertikaian yang terjadi di pinggir lapangan.
Fakta menariknya, keributan ini melibatkan dua sosok yang memiliki ikatan profesional kuat di masa lalu. "Pertikaian ini menjadi ironis mengingat Andrea Berta merupakan rekan kerja dekat Diego Simeone selama bertahun-tahun," menurut narasi yang berkembang.