PORTAL7.CO.ID - Industri otomotif nasional mencatatkan pencapaian gemilang dengan keberhasilan menembus angka pengiriman ke luar negeri yang luar biasa. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data yang menunjukkan performa ekspor mobil utuh (CBU) buatan dalam negeri mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025.

Berdasarkan data yang dipublikasikan pada Kamis (16/4/2026), total pengiriman kendaraan ke pasar global menyentuh angka 518.000 unit. Mobil-mobil rakitan anak bangsa tersebut berhasil menjangkau 93 negara tujuan yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Filipina masih mengukuhkan posisinya sebagai pasar ekspor paling potensial bagi produsen otomotif yang beroperasi di tanah air. Dilansir dari Detik Oto, tercatat sebanyak 173.532 unit kendaraan telah dikirimkan ke negara tetangga tersebut dalam kurun waktu satu tahun penuh.

Di bawah Filipina, Vietnam menempati urutan kedua dengan total penyerapan pasar sebesar 77.892 unit kendaraan. Sementara itu, Meksiko muncul sebagai kejutan besar dengan menduduki peringkat ketiga dalam daftar negara tujuan utama ekspor otomotif nasional.

"Hal yang menarik adalah Meksiko, karena meski produksi otomotif mereka mencapai 3 juta unit atau lebih besar dari kita, mereka tetap mengimpor MPV dari Indonesia karena kesesuaian ukuran dan gaya hidup yang mirip," ungkap Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara.

Lonjakan performa di pasar internasional ini menjadi angin segar bagi industri otomotif saat permintaan di pasar domestik sedang mengalami tekanan. Kontribusi ekspor yang menembus setengah juta unit tersebut berperan vital dalam menjaga stabilitas operasional pabrik-pabrik di Indonesia.

"Tahun lalu merupakan rekor tertinggi dengan ekspor mencapai 518 ribu unit, di mana pencapaian ini sangat membantu industri di saat angka penjualan dalam negeri sedang menurun," terang Kukuh Kumara.

Gaikindo memiliki visi jangka panjang untuk terus meningkatkan kapasitas produksi nasional di masa mendatang. Asosiasi menargetkan angka penjualan domestik bisa menyentuh 2 juta unit, sementara target ekspor dipatok pada angka 1 juta unit kendaraan secara bertahap.

Meskipun optimisme tetap terjaga, industri otomotif kini tengah mewaspadai dinamika geopolitik global yang sedang berlangsung. Ketegangan di kawasan Timur Tengah diprediksi akan memberikan pengaruh tertentu pada proyeksi pertumbuhan ekspor untuk periode tahun berjalan.