PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kota Makassar tengah melakukan langkah-langkah strategis untuk merealisasikan pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya. Proyek infrastruktur olahraga berskala besar ini diproyeksikan memulai tahapan tender konstruksi fisik pada Mei 2026 mendatang.
Alokasi anggaran sebesar Rp 124 miliar telah disiapkan untuk tahap awal pengerjaan, khususnya pada pematangan lahan dan penimbunan kawasan. Fokus utama saat ini adalah sinkronisasi dokumen pemilihan agar seluruh jadwal pengerjaan di lapangan tetap terjaga akurasinya, dilansir dari Detikcom.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar sedang berkoordinasi intensif dengan PT Ciriajasa Cipta Mandiri selaku pemenang tender Manajemen Konstruksi (MK). Kerja sama ini bertujuan untuk merampungkan seluruh dokumen pendukung dan desain dasar sebelum tenggat waktu pada akhir April.
"Tim saat ini sedang merampungkan dokumen pemilihan untuk tender fisik. Selain itu, MK juga terlibat dalam penyusunan basic design serta rancangan dokumen pengadaan," ujar Zuhaelsy Zubir.
Proses lelang fisik ini diperkirakan memakan waktu antara 30 hingga 45 hari sesuai dengan regulasi pengadaan barang dan jasa yang berlaku. Durasi tersebut sangat bergantung pada kelengkapan teknis, termasuk penerapan skema Business-to-Business (B2B) Contest dalam proses seleksinya.
"Jika tidak ada hambatan, maka pada akhir Juni atau awal Juli sudah dapat memasuki tahap kontrak," jelas Zuhaelsy Zubir.
Mengenai standar pelaksana proyek, pemerintah daerah membuka kesempatan luas bagi perusahaan kontraktor tanpa memberlakukan pembatasan khusus. Fokus utama tetap pada kualitas, mengingat stadion ini direncanakan untuk memenuhi standar infrastruktur internasional.
"Semua memiliki kesempatan yang sama. Namun, karena ini proyek besar, tentu perusahaan yang ikut harus memiliki kapasitas, pengalaman, dan kompetensi yang memadai," imbuh Zuhaelsy Zubir.
Sebagai langkah awal yang konkret, Pemerintah Kota Makassar telah meresmikan Surat Penunjukan Barang/Jasa (SPBJ) kepada pihak Manajemen Konstruksi. Penandatanganan kontrak ini menjadi fondasi penting bagi kelancaran persiapan teknis pembangunan di wilayah Kelurahan Untia tersebut.