PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kota Palembang tengah mengakselerasi pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berlokasi di Keramasan, Kecamatan Kertapati. Infrastruktur ini diproyeksikan mulai beroperasi secara penuh pada Oktober 2026 mendatang sebagai solusi jangka panjang permasalahan limbah perkotaan.
Hingga saat ini, progres fisik pembangunan pusat konversi energi tersebut telah menyentuh angka 81,76 persen. Berdasarkan data yang dihimpun, proyek strategis ini diharapkan mampu menjadi model percontohan nasional dalam kategori pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Indonesia, dilansir dari Detikcom.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa kehadiran PSEL merupakan manifestasi nyata komitmen pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan secara komprehensif. Selain mereduksi volume sampah, fasilitas ini akan memberikan kontribusi positif berupa pasokan energi listrik bagi kebutuhan masyarakat.
"Insyaallah pada bulan Oktober kita mulai operasional PSEL, yang akan menjadi percontohan nasional. Jika ini berjalan, saya yakin persoalan sampah di Palembang bisa terselesaikan secara menyeluruh," ujar Ratu Dewa.
Kawasan Keramasan yang dahulu dikenal sebagai titik penumpukan sampah kini sedang bertransformasi menjadi pusat energi ramah lingkungan. Perubahan fungsi lahan ini diharapkan secara signifikan dapat menekan angka timbunan sampah melalui penerapan teknologi konversi yang mutakhir.
"Proyek ini bukan hanya mengurangi timbunan sampah, tapi juga menghasilkan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Ratu Dewa.
Pemerintah kota menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap penyelesaian proyek sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dalam waktu dekat, Wali Kota beserta jajaran terkait direncanakan akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna memastikan seluruh aspek teknis siap sebelum memasuki tahap operasional.
"Perjuangannya cukup panjang, apalagi dengan skema Perpres yang baru. Namun insyaallah pendanaannya akan didukung penuh, sehingga proyek ini bisa berjalan lancar hingga tahap operasional," jelas Ratu Dewa.
Implementasi sistem pengelolaan sampah modern ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan krisis iklim sekaligus menghadirkan infrastruktur publik yang memiliki manfaat ganda bagi warga Palembang.