PORTAL7.CO.ID - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga minyak mentah yang kian dinamis, sebuah kabar menenangkan datang dari pusat pemerintahan di Jakarta. Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk memberikan kepastian ekonomi bagi masyarakat luas terkait kebutuhan energi primer.

Keputusan krusial ini menetapkan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan setidaknya hingga penghujung tahun 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai tameng pelindung bagi daya beli masyarakat yang rentan terdampak oleh konflik yang tengah berkecamuk di kawasan Timur Tengah.

Kepastian mengenai stabilitas harga energi ini ditegaskan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Dilansir dari Detikcom, kebijakan ini didasarkan pada perhitungan matang mengenai kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Sekali lagi saya sampaikan bahwa berdasarkan arahan Bapak Presiden, kita telah bersepakat harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun, dan semoga untuk seterusnya selama parameter harga minyak mentah Indonesia atau ICP tetap berada di bawah angka 100 dolar AS per barel karena APBN kita masih aman," ujar Bahlil Lahadalia.

Menteri ESDM menjelaskan bahwa pergerakan harga minyak dunia memang menjadi variabel penting, namun batas aman keuangan negara masih sangat terjaga. Selama harga ICP tidak menembus angka psikologis tersebut, pemerintah berkomitmen penuh untuk tidak membebani rakyat dengan kenaikan harga bensin maupun solar.

"Saya pastikan kepada masyarakat bahwa stok energi nasional kita, mulai dari solar, bensin, hingga LPG, berada dalam kondisi aman dan di atas standar minimum yang ditetapkan," tegas Bahlil Lahadalia.

Selain menjamin harga tetap terjangkau, pemerintah juga terus memantau ketahanan pasokan di seluruh pelosok negeri guna mencegah terjadinya kelangkaan. Berdasarkan pantauan terkini di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), harga jual BBM per April 2026 masih konsisten mengikuti ketetapan periode bulan sebelumnya.

Untuk sektor BBM non-subsidi, harga juga terlihat cukup stabil dengan Pertamax Green 95 yang dipatok pada angka Rp 12.900 per liter. Sementara itu, varian bahan bakar mesin diesel seperti Pertamina Dex berada di level Rp 14.500 per liter, bersaing tipis dengan produk swasta seperti BP Ultimate Diesel yang dijual seharga Rp 14.620 per liter.

Langkah ini diharapkan menjadi katalis positif bagi stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang. Dengan kepastian harga energi, para pelaku usaha dan masyarakat dapat merencanakan keuangan mereka dengan lebih baik tanpa dihantui lonjakan biaya transportasi yang tiba-tiba.