PORTAL7.CO.ID - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Tarakan secara resmi menetapkan target penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp42 miliar untuk tahun anggaran 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam memperkuat struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah Kalimantan Utara.

Untuk mencapai target tersebut, otoritas terkait mulai melakukan akselerasi melalui rangkaian Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor (P2KB) yang digelar di Jalan Mulawarman pada Selasa (14/4/2026). Strategi yang diterapkan mencakup kombinasi layanan kantor, skema jemput bola door to door, hingga operasi rutin di lapangan.

"Target PKB tahun ini sebesar Rp42 miliar, yang mana angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 20 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2025 lalu," ujar Kepala UPT Samsat Tarakan, H. Syaiful Adrie.

Berdasarkan data performa keuangan, realisasi penerimaan pada Triwulan I tahun 2026 menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga akhir Maret, capaian angka pajak dilaporkan telah melampaui proyeksi awal yang ditetapkan oleh manajemen lembaga tersebut.

"Pada Triwulan I, target yang kami tetapkan adalah 15 persen atau sekitar Rp6,3 miliar, namun realisasinya sudah menyentuh angka hampir 16 persen, yang berarti performa kita sedikit di atas target awal tahun," jelas H. Syaiful Adrie.

Memasuki periode Triwulan II pada bulan April, petugas di lapangan mulai mengintensifkan razia P2KB secara terjadwal. Fokus utama dari operasi ini adalah menjaring para pemilik kendaraan yang belum menyelesaikan kewajiban administratif tahunan mereka secara tepat waktu.

"Di bulan April ini kami mulai mengoptimalkan penerimaan melalui P2KB, di mana selain metode door to door, kami juga menyasar masyarakat yang datang langsung ke kantor untuk memastikan kepatuhan," kata H. Syaiful Adrie.

Kehadiran petugas di jalan raya dinilai memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi para wajib pajak. Data harian menunjukkan adanya tren peningkatan kunjungan masyarakat ke kantor Samsat sesaat setelah operasi pemeriksaan lapangan dilaksanakan secara masif.

"Kami melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak setelah dilakukan pemeriksaan di lapangan, yang terlihat dari grafik kunjungan ke kantor yang lebih tinggi dari hari biasanya," ungkap H. Syaiful Adrie.