PORTAL7.CO.ID - Ketua MPR RI Ahmad Muzani secara resmi membuka agenda Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 yang dipusatkan di Kota Surabaya. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret lembaga tinggi negara tersebut dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara mendalam kepada generasi muda.
Kegiatan seleksi tingkat Provinsi Jawa Timur ini diselenggarakan pada Sabtu, 18 April 2026. Kompetisi ini berfungsi sebagai tahap penyaringan awal bagi para pelajar sebelum nantinya melaju ke babak final tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta.
Program tahunan ini dipandang sebagai instrumen strategis bagi MPR RI dalam menjalankan mandat sosialisasi ideologi negara kepada siswa sekolah menengah. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, ajang ini menargetkan penjaringan talenta terbaik untuk mewakili Jawa Timur pada Agustus mendatang.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendapatkan perwakilan terbaik dari Jawa Timur yang nantinya akan berlaga di tingkat nasional. Ini adalah bagian dari upaya MPR dalam melakukan sosialisasi ideologi negara," ujar Muzani di Surabaya pada Sabtu (18/4/2026).
Muzani menekankan bahwa kompetisi ini dirancang tidak hanya untuk mengukur kecerdasan akademik semata. Fokus utamanya adalah menjadi jembatan bagi para siswa untuk mendalami esensi Pancasila dan konstitusi negara dalam kehidupan sehari-hari.
"Selain lomba cerdas cermat, kami juga menggelar kegiatan lain seperti lomba baris-berbaris. Ini semua bagian dari cara kita menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara," jelas Muzani.
Pelaksanaan kompetisi tahun ini dilakukan secara serentak di tiga wilayah berbeda guna memperluas jangkauan edukasi kepada pelajar. Selain di Jawa Timur, agenda serupa juga berlangsung di Provinsi Lampung dan Banten pada waktu yang bersamaan.
"Ini kegiatan nasional. Hari ini ada tiga provinsi yang melaksanakan, dan kami berbagi tugas. Saya mendapat kesempatan hadir di Jawa Timur," tambah Muzani.
Apresiasi terhadap inisiatif MPR RI ini datang dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Ia menganggap penguasaan materi empat pilar sangat vital dalam membangun karakter dan jiwa patriotisme di kalangan peserta didik.