PORTAL7.CO.ID - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memberikan penjelasan mendalam mengenai skema pembiayaan program ekonomi di tingkat desa. Dalam kunjungannya ke Mataram pada Kamis (16/4/2026), ia menegaskan bahwa anggaran dana desa tetap utuh dan tidak mengalami pemotongan untuk program koperasi.

Langkah ini diambil pemerintah sebagai solusi praktis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di akar rumput. Penjelasan tersebut disampaikan secara langsung guna meluruskan informasi yang simpang siur mengenai penggunaan dana desa bagi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Sekarang banyak narasi yang sepertinya menyesatkan. Tolong diluruskan. Dana desa itu tidak dipotong oleh pusat, tidak dipotong ke Kopdes Merah Putih. Hanya diubah tata kelolanya," tegas Yandri Susanto.

Yandri memaparkan bahwa pemerintah tengah fokus pada pembangunan puluhan ribu titik koperasi di seluruh wilayah Indonesia. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 5.500 unit koperasi telah berhasil diselesaikan dari total target pembangunan mencapai 34 ribu unit Kopdes Merah Putih.

"Alhamdulillah sekarang sudah 34 ribu Kopdes Merah Putih sudah dibangun yang sudah selesai itu 5.500 unit di seluruh Indonesia," kata Yandri Susanto.

Pemanfaatan koperasi desa ini dirancang sebagai solusi finansial yang aman bagi warga agar terhindar dari praktik pinjaman ilegal yang merugikan. Kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan dapat memberikan akses modal yang mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha mikro di desa-desa.

"Jadi Kopdes nanti bisa pinjam dana dengan bunga 6 persen. Jan kalau pinjol bunganya sampai 10 hingga 20 persen. Ini sangat mencekik masyarakat kita," ulas Yandri Susanto.

Selain sebagai penyedia modal, kementerian juga memproyeksikan koperasi desa sebagai pengganti dominasi jaringan ritel modern di wilayah pedesaan. Strategi ini bertujuan agar perputaran uang dan keuntungan ekonomi tetap bertahan di lingkungan desa untuk kesejahteraan warga setempat.

"Insyaallah Kopdes Merah Putih akan mengganti ritel modern. Karena kalau ritel modern keuntungannya ke pemodal. Kalau Kopdes akan mengalir keuntungannya di desa, beda dengan ritel modern," jelas Yandri Susanto.