PORTAL7.CO.ID - Menjelang perayaan Idulfitri, antusiasme masyarakat untuk memiliki lembaran uang Rupiah baru guna tradisi salam tempel semakin meningkat tajam. Bank Indonesia merespons kebutuhan ini dengan menyediakan layanan penukaran uang yang lebih terorganisir dan efisien bagi seluruh warga. Fasilitas tersebut kini dapat diakses secara digital guna menghindari penumpukan antrean fisik di lokasi penukaran.
Melalui platform digital bernama PINTAR BI, masyarakat kini dapat mengatur jadwal serta lokasi penukaran uang dengan sangat praktis. Sistem ini dirancang untuk memastikan setiap individu mendapatkan kuota penukaran yang adil dan sesuai dengan ketersediaan stok. Pengguna hanya perlu menyiapkan perangkat yang terhubung internet untuk memulai proses reservasi secara mandiri dari mana saja.
Penggunaan aplikasi PINTAR BI bertujuan untuk mempermudah distribusi uang layak edar ke berbagai lapisan masyarakat di tanah air. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengunjungi situs resmi pintar.bi.go.id untuk melihat estimasi waktu tunggu jika antrean sedang padat. Pengguna kemudian diarahkan untuk memilih menu penukaran melalui layanan kas keliling yang tersedia di berbagai titik strategis.
Calon penukar diwajibkan untuk melengkapi data diri secara akurat sesuai dengan identitas resmi yang berlaku di Indonesia. Informasi penting seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, nomor telepon, hingga alamat surel harus diisi dengan benar pada formulir yang tersedia. Ketelitian dalam pengisian data ini menjadi kunci utama agar proses verifikasi di lapangan berjalan tanpa hambatan berarti.
Setelah memilih lokasi dan tanggal yang diinginkan, pengguna dapat menentukan jumlah lembar uang yang akan ditukar sesuai dengan batas kuota. Sistem akan meminta pengisian kode captcha sebagai langkah keamanan sebelum pesanan resmi diproses oleh sistem Bank Indonesia. Pastikan seluruh detail pemesanan sudah sesuai dengan rencana kunjungan agar tidak terjadi kesalahan administrasi saat hari penukaran tiba.
Hingga pembaruan terakhir pada 3 Maret 2026 pukul 13:55, sistem pemesanan daring ini terus menjadi rujukan utama bagi masyarakat yang ingin menukar uang. Keberadaan kas keliling di berbagai provinsi memudahkan jangkauan layanan hingga ke pelosok daerah yang membutuhkan uang pecahan kecil. Inovasi digital ini terbukti mampu meminimalisir kerumunan massa yang biasanya terjadi setiap menjelang hari raya keagamaan.
Bukti pemesanan yang telah diterbitkan baik dalam format digital maupun cetak wajib dibawa saat mendatangi lokasi penukaran sesuai jadwal. Kedisiplinan masyarakat untuk hadir tepat waktu sangat membantu kelancaran operasional petugas di lapangan dalam melayani proses penukaran uang. Dengan persiapan yang matang sejak dini, kebutuhan uang baru untuk berbagi kebahagiaan di hari lebaran dapat terpenuhi dengan nyaman dan tertib.
Sumber: Infonasional