PORTAL7.CO.ID - Tradisi tahunan mudik Lebaran selalu dinantikan sebagai momen reuni akbar bersama keluarga di kampung halaman. Namun, euforia tersebut seringkali diiringi tantangan besar berupa kepadatan lalu lintas yang masif.

Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, pemerintah secara rutin menerapkan skema rekayasa lalu lintas. Dua mekanisme utama yang sering digunakan adalah sistem ganjil genap dan penerapan jalur satu arah atau one way.

Tujuan utama dari penerapan rekayasa lalu lintas ini adalah menjamin keamanan serta kelancaran mobilitas seluruh pemudik menjelang Idul Fitri. Rekayasa ini sangat krusial mengingat peningkatan drastis jumlah kendaraan di jalan tol maupun arteri.

Kabar baiknya, pemudik kini memiliki alat navigasi canggih untuk memantau kondisi jalan secara real-time. Google Maps hadir sebagai solusi praktis untuk merencanakan rute mudik Lebaran 2026 agar lebih efisien.

Pemantauan kondisi jalan melalui aplikasi navigasi ini memungkinkan pengguna mengetahui secara dini area yang terkena aturan ganjil genap. Hal ini penting agar kendaraan tidak salah masuk ke zona pembatasan yang ditetapkan.

"Pemudik bisa memantau kondisi jalan secara real-time," sebagaimana dikutip dari Bansos, menunjukkan betapa vitalnya peran teknologi dalam perencanaan perjalanan saat puncak arus mudik.

Untuk menghindari ruas jalan yang memberlakukan ganjil genap, pengguna dapat mengatur preferensi rute di Google Maps. Aplikasi akan secara otomatis menyesuaikan jalur berdasarkan nomor pelat kendaraan yang dimasukkan.

Langkah pertama adalah membuka aplikasi Google Maps dan memasukkan tujuan akhir perjalanan mudik Anda. Kemudian, cari opsi pengaturan rute yang tersedia pada tampilan navigasi.

Setelah fitur pengaturan rute diaktifkan, Google Maps akan secara cerdas menampilkan opsi perjalanan alternatif yang menghindari zona penerapan ganjil genap. Ini memastikan perjalanan tidak terhambat oleh aturan tersebut.