PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menunjukkan keseriusannya dalam menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri tahun ini. Langkah konkret diambil melalui pelaksanaan program terpadu yang menyasar kebutuhan pokok masyarakat.
Program unggulan tersebut diberi nama Bazar Ramadan Istimewa, yang secara strategis diintegrasikan dengan dua mekanisme pasar, yaitu Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar. Inisiatif ini diharapkan mampu meredam potensi lonjakan harga bahan-bahan penting.
Upaya masif ini merupakan respons langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, terhadap tantangan pengendalian inflasi yang kerap terjadi pada periode menjelang hari besar keagamaan. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
"Langkah ini diambil sebagai upaya nyata Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri," demikian keterangan yang diperoleh dari sumber berita.
Kegiatan sinergis antara Bazar Ramadan dan operasi pasar ini dilaksanakan secara simultan di dua lokasi yang berbeda dalam wilayah Kabupaten Bogor. Hal ini menunjukkan cakupan distribusi intervensi pasar yang merata.
Pelaksanaan serentak tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, tepatnya tanggal 14 Maret 2026. Dua kecamatan yang menjadi lokasi perdana intervensi pasar ini adalah Kecamatan Citeureup dan Kecamatan Cibungbulang.
Dilansir dari bogorplus.id, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kepastian pasokan dan harga selama bulan suci Ramadan. Masyarakat diharapkan dapat berbelanja kebutuhan hari raya tanpa beban biaya yang berlebihan.
Inisiatif Pemkab Bogor ini menjadi barometer penting dalam manajemen stok pangan daerah, memastikan bahwa fluktuasi harga dapat diminimalisir melalui intervensi pasar yang terukur dan terencana dengan baik.