PORTAL7.CO.ID - Mantan penjaga gawang Lazio, Marco Ballotta, baru-baru ini memberikan pandangannya mengenai situasi terkini yang dihadapi klub asuhan Maurizio Sarri tersebut. Analisisnya berfokus pada sektor penjaga gawang menyusul kabar cedera yang menimpa Ivan Provedel.
Dilansir dari laziopress.it, Ballotta mengakui bahwa cedera bahu bagi seorang kiper merupakan insiden yang sangat sensitif dan krusial dalam sebuah tim. Meskipun demikian, ia menunjukkan optimisme terhadap proses pemulihan sang kiper utama.
Ballotta menegaskan bahwa ia tidak melihat situasi cedera Provedel sebagai sebuah bencana besar yang harus ditakuti oleh klub asal Roma tersebut. Ia yakin bahwa sang kiper akan segera kembali ke performa terbaiknya tanpa hambatan berarti.
"Cedera bahu untuk kiper selalu sensitif, namun saya yakin ada solusi saat ini. Dia akan kembali seperti sebelumnya tanpa masalah. Saya tidak melihatnya sebagai situasi tragis," ujar Ballotta kepada Radiosei mengenai kondisi Provedel.
Absennya Provedel membuka pintu bagi kiper muda, Motta, untuk mendapatkan kesempatan bermain di kompetisi Serie A yang sangat kompetitif. Ballotta, yang juga memiliki riwayat bermain di Reggiana, berharap talenta muda tersebut dapat memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan kapasitasnya.
Namun, sorotan tajam Ballotta tertuju pada keputusan transfer Christos Mandas. Ia melontarkan kritik keras terhadap langkah klub yang membiarkan Mandas pindah ke klub yang tidak menjamin menit bermain reguler di tengah musim.
Menurut Ballotta, transfer semacam itu merupakan blunder serius yang seharusnya dihindari oleh klub profesional. Ia merasa keputusan Mandas untuk pindah ke tim yang minim kesempatan bermain adalah langkah yang tidak logis bagi seorang penjaga gawang.
"Itu adalah sebuah kesalahan. Di pertengahan musim, pilihan seperti ini seharusnya tidak diambil, terutama untuk seorang kiper. Pergi ke tempat di mana Anda tidak bermain adalah keputusan yang tidak masuk akal," tutur Ballotta mengenai situasi Mandas.
Ballotta menambahkan bahwa situasi yang dihadapi Mandas terbilang aneh, meskipun ia memahami adanya keinginan pemain untuk mencari tantangan baru. Ia menilai bahwa prioritas seharusnya adalah kepastian bermain sebelum musim kompetisi berakhir.