PORTAL7.CO.ID - Pemerintah secara resmi telah meluncurkan program Kereta Api Motor Gratis (Motis) sebagai bagian dari persiapan arus mudik Lebaran tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menekan volume kendaraan roda dua di jalan raya selama periode libur panjang.
Program Motis ini bertujuan utama meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat tajam saat puncak mudik. Dengan menyediakan alternatif transportasi yang aman, pemerintah berharap pemudik dapat beralih dari sepeda motor ke moda transportasi massal.
Pada hari Jumat, 13 Maret 2026, gelombang pertama pengiriman telah terlaksana, memberangkatkan total 245 unit sepeda motor menuju Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta. Keberangkatan ini menandai dimulainya operasional layanan gratis tersebut untuk musim mudik tahun ini.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Arif Anwar, mengungkapkan harapannya terkait dampak positif program ini terhadap keselamatan pemudik. Harapan tersebut disampaikannya saat memantau keberangkatan perdana tersebut.
Arif Anwar menyebutkan bahwa kuota total yang disiapkan untuk layanan Motis Lebaran 2026 ini telah ditetapkan sebanyak 11.900 unit sepeda motor. Jumlah ini merupakan alokasi maksimal yang dapat ditampung oleh sistem transportasi kereta api untuk layanan gratis ini.
Menariknya, minat masyarakat terhadap fasilitas ini ternyata sangat tinggi, bahkan melebihi kapasitas yang disediakan. "Saat ini yang sudah mendaftar sebanyak 12.941 motor atau sekitar 108,75 persen dari kuota," jelas Arif Anwar mengenai tingginya antusiasme pendaftar.
Meskipun kuota awal telah terlampaui, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk mendaftar hingga batas akhir. "Walaupun kuota sudah terlampaui, masyarakat masih bisa mendaftar sampai 29 Maret 2026. Nanti akan ada proses verifikasi dan kemungkinan pembatalan dari peserta lain," katanya.
Sistem perjalanan Motis dirancang secara dinamis, memungkinkan motor peserta dapat diganti atau dijemput di beberapa stasiun berbeda sesuai kebutuhan. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih bagi para pemudik yang tujuannya beragam.
Peserta yang ingin memanfaatkan layanan ini wajib memenuhi persyaratan administrasi, termasuk membawa STNK dan SIM yang masih berlaku, serta memastikan kapasitas mesin motor tidak melebihi 200 cc. Dokumen Kartu Keluarga juga menjadi salah satu persyaratan wajib pendaftaran.