PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Singapura mengumumkan pencapaian substansial dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik (EV) di negara tersebut. Hingga Maret 2026, sebanyak 30.500 titik pengisian daya telah berhasil dipasang, melampaui setengah dari target ambisius mereka.
Informasi ini disampaikan secara resmi oleh Menteri Negara Senior untuk Transportasi, Sun Xueling, saat menjawab pertanyaan dari Anggota Parlemen Choo Pei Ling di parlemen. Pencapaian ini merupakan bagian integral dari rencana strategis Singapura untuk mencapai target total 60.000 titik pengisian daya pada tahun 2030.
Target tersebut terbagi menjadi 40.000 titik pengisi daya di area publik dan 20.000 titik di lokasi privat, menandai komitmen kuat terhadap transisi energi hijau dalam sektor transportasi. Data ini dilansir dari Money sebagai indikator kemajuan infrastruktur.
Sun Xueling menjelaskan bahwa Land Transport Authority (LTA) bekerja sama erat dengan berbagai badan pemerintah, termasuk Energy Market Authority, Housing and Development Board (HDB), serta JTC. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengantisipasi dan memenuhi lonjakan permintaan kendaraan listrik yang terus meningkat di Singapura.
"Setidaknya satu pusat pengisian cepat ditargetkan tersedia di setiap kota HDB pada akhir tahun 2027," ujar Sun Xueling, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia pada Kamis (7/4/2026).
Pemerintah juga menyatakan kesiapan untuk meningkatkan kapasitas di lokasi dengan permintaan tinggi. "Untuk tempat parkir dengan permintaan tinggi, LTA akan bekerja sama dengan operator pengisi daya EV untuk memasang lebih banyak pengisi daya, jika kapasitas listrik memungkinkan," kutip Channel News Asia dari pernyataan Sun Xueling, Kamis (7/4/2026).
Memahami Kode Peringatan di Dasbor: Kunci Keselamatan Pengemudi Mobil Listrik di Jalan Raya
Menanggapi kendala aksesibilitas di kawasan perumahan baru seperti Tengah, EV-Electric Charging (EVe), anak perusahaan LTA, telah mengambil langkah nyata. Saat ini, dua lokasi parkir bertingkat di Tengah sudah beroperasi, dengan delapan lokasi tambahan sedang dalam tahap instalasi.
"Kami telah mempertimbangkan masukan dari warga Tengah dan sedang memperbaiki proses untuk perumahan BTO (Build-to-Order) baru," ujar Sun Xueling.
Inovasi koordinasi baru antara EVe dan HDB kini memungkinkan pemasangan fasilitas pengisian daya dilakukan secara simultan. Hal ini akan mempercepat ketersediaan infrastruktur bagi penghuni baru saat mereka menerima kunci rumah mereka.