PORTAL7.CO.ID - Pergerakan harga komoditas logam mulia mengalami sedikit koreksi pada perdagangan hari Kamis, 12 Maret 2026. Tren pelemahan ini menjadi fokus utama bagi para pelaku pasar komoditas global.

Koreksi harga emas ini terjadi beriringan dengan menguatnya kinerja mata uang dolar Amerika Serikat di panggung perdagangan internasional. Penguatan dolar secara historis seringkali menjadi penghambat utama bagi aset non-imbal hasil seperti emas.

Kondisi pasar pada hari tersebut juga dipengaruhi oleh adanya perubahan sentimen investor mengenai kebijakan moneter Federal Reserve. Ada indikasi bahwa prospek penurunan suku bunga acuan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Faktor fundamental ini memberikan tekanan signifikan pada harga emas batangan secara global. Emas, yang tidak menawarkan bunga atau dividen, menjadi kurang menarik ketika biaya pinjaman (suku bunga) cenderung meningkat atau stagnan tinggi.

Dilansir dari JABARONLINE.COM, tren pelemahan ini mengindikasikan bahwa pasar sedang menyesuaikan diri dengan narasi suku bunga yang lebih "hawkish" atau bertahan lama. Ini adalah pola yang umum terjadi dalam dinamika pasar keuangan.

"Pergerakan pasar komoditas logam mulia menunjukkan tren pelemahan untuk emas pada perdagangan hari Kamis, 12 Maret 2026," demikian laporan mengenai kondisi pasar saat itu.

Penurunan harga emas tersebut terjadi secara simultan dengan menguatnya kinerja mata uang dolar Amerika Serikat di pasar global. Hal ini menggarisbawahi hubungan terbalik antara kedua aset tersebut, "kata analis pasar komoditas.

Selain itu, kondisi ini juga dipicu oleh berkurangnya optimisme pasar mengenai prospek penurunan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Investor mulai mengantisipasi penundaan dalam pelonggaran kebijakan moneter AS.

Faktor fundamental ini, yang berkaitan dengan ekspektasi suku bunga, secara historis memberikan tekanan terhadap harga emas yang tidak menghasilkan imbal hasil. Emas bersaing dengan obligasi yang kini menawarkan imbal hasil lebih tinggi.