PORTAL7.CO.ID - Wacana pengaktifan kembali sistem pembelajaran dari rumah (BDR) telah kembali mengemuka dalam agenda pemerintah. Rencana ini dijadwalkan akan mulai diberlakukan pada bulan April 2026 mendatang.
Kebijakan ini diusulkan sebagai salah satu langkah konkret dalam upaya penghematan energi di tingkat nasional. Fokus utama dari penghematan ini adalah pengurangan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang signifikan.
Pembahasan mengenai wacana ini mengemuka dalam forum Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kebijakan Penghematan BBM. Rakornis tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi berbagai strategi penghematan energi yang ada.
Namun, kebijakan BDR ini tampaknya tidak akan berlaku secara menyeluruh untuk semua kegiatan pendidikan. Terdapat pengecualian penting yang telah ditetapkan dalam kerangka rencana tersebut.
Kegiatan yang menuntut interaksi langsung dan penggunaan fasilitas laboratorium akan tetap dilaksanakan secara tatap muka. Pengecualian ini penting untuk menjaga kualitas materi praktikum yang krusial.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, rencana penerapan BDR ini muncul kembali seiring meningkatnya perhatian terhadap isu efisiensi energi secara berkelanjutan. Ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas dalam kebijakan pendidikan dan energi.
Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa kebijakan ini merupakan wacana yang masih dalam tahap koordinasi teknis. Keputusan final mengenai implementasi dan detail pelaksanaannya masih menunggu pembahasan lebih lanjut.
"Wacana penerapan sistem pembelajaran dari rumah (BDR) kembali mengemuka, dijadwalkan mulai April 2026, meskipun ada pengecualian untuk kegiatan praktikum yang tetap harus tatap muka," sebagaimana disampaikan dalam laporan perkembangan kebijakan terbaru.
Detail mengenai usulan penghematan ini dijelaskan sebagai bagian dari upaya penghematan energi nasional, khususnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), kata perwakilan kementerian terkait.