PORTAL7.CO.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah menyampaikan sebuah tuntutan penting menjelang dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pasca libur panjang Hari Raya Idulfitri. Imbauan ini secara spesifik ditujukan kepada seluruh institusi pendidikan di Indonesia, dari tingkat dasar hingga menengah.

Fokus utama dari seruan KPAI tersebut adalah perlunya sekolah memberikan masa transisi atau jeda yang cukup bagi para siswa. Hal ini bertujuan agar siswa tidak langsung dibebani dengan intensitas materi pelajaran yang padat seperti sebelum liburan.

Langkah mitigasi ini dianggap krusial untuk menjaga kesejahteraan psikologis anak-anak setelah menikmati waktu istirahat yang panjang bersama keluarga. KPAI menekankan pentingnya penyesuaian ritme belajar pasca-libur panjang.

Dilansir dari JABARONLINE.COM, KPAI mendesak adanya kelonggaran dalam beban akademik siswa pada minggu-minggu awal masuk sekolah. Tujuannya adalah mencegah kejutan atau tekanan yang berlebihan pada kondisi mental siswa.

Pihak KPAI khawatir jika sekolah langsung menerapkan kurikulum penuh, hal itu dapat menimbulkan stres kembali pada siswa yang belum sepenuhnya beradaptasi dengan rutinitas sekolah. Jeda ini penting untuk pemulihan mental.

KPAI menggarisbawahi bahwa periode pasca-libur besar seringkali menjadi masa transisi yang sensitif bagi pelajar. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih empatik dan fleksibel sangat dibutuhkan dari pihak pendidik dan sekolah.

Mengenai urgensi hal ini, KPAI menekankan bahwa "Fokus utama dari imbauan KPAI adalah agar sekolah memberikan jeda sebelum kembali membebani siswa dengan intensitas materi pelajaran yang padat," merujuk pada perlunya penyesuaian beban.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan penekanan bahwa "Langkah ini diambil demi menjaga kesejahteraan psikologis anak," sebagaimana disampaikan oleh perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Pihak sekolah diharapkan dapat merancang jadwal adaptasi yang lebih ringan di awal semester untuk memastikan transisi kembali ke lingkungan akademik berjalan mulus dan mendukung kesehatan mental siswa secara berkelanjutan.