Tangerang – Sebanyak 110 keluarga nelayan di Desa Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang, kini resmi menempati hunian baru yang lebih kokoh dan sehat. Proyek pembangunan rumah layak huni ini merupakan hasil kolaborasi antara Habitat for Humanity Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI).
Dalam proyek ini, SBI yang merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), berkontribusi dengan memasok lebih dari 10.000 sak semen berkualitas. Langkah ini diambil untuk mengatasi tantangan hunian di wilayah pesisir yang selama ini rentan terhadap ancaman bencana alam, sanitasi buruk, dan kondisi bangunan yang tidak memadai.
Acara serah terima hunian tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang, Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi sinergi lintas sektor yang berhasil mewujudkan impian warga pesisir akan tempat tinggal yang bermartabat.
"Masyarakat di sini sebelumnya tidak memiliki tempat tinggal yang layak selama tiga generasi. Kini, para nelayan bisa memiliki hunian yang sehat dan nyaman. Semoga ini menjadi awal dari pembangunan daerah pesisir yang kita harapkan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat," ujar Maesyal Rasyid (14/2).
Selain aspek pembangunan fisik, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan komunitas dan meningkatkan produktivitas keluarga penerima manfaat. Dukungan SBI dalam proyek ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam menciptakan permukiman yang inklusif, aman, dan tangguh.
Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menciptakan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan.
“Hunian yang layak bukan hanya soal membangun struktur fisik, melainkan membangun fondasi kehidupan yang lebih baik bagi keluarga dan generasi mendatang. SBI berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi yang memperkuat ketahanan komunitas serta menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat,” kata Rizki.
Melalui kehadiran rumah yang lebih kokoh, diharapkan masyarakat Desa Tanjung Kait tidak lagi merasa khawatir saat air laut pasang atau cuaca ekstrem melanda, sehingga mereka dapat fokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga.*