PORTAL7.CO.ID - Dewan Disiplin Sepak Bola Profesional (PDFK) telah mengambil tindakan tegas menyusul insiden diskriminasi rasial yang terjadi di lapangan hijau. Sanksi berat dijatuhkan kepada Bodrum FK akibat perilaku tidak terpuji dari para pendukungnya.

Hukuman utama yang diterima Bodrum FK adalah denda finansial yang signifikan. Klub tersebut diwajibkan membayar denda sebesar 480 ribu lira Turki, yang setara dengan kurang lebih Rp 80 juta.

Sanksi ini dijatuhkan secara spesifik karena adanya tindakan diskriminasi dan rasisme yang ditujukan kepada salah satu pemain dari tim lawan, yaitu Iğdır FK, yang bernama Bacuna. Insiden ini sempat menyebabkan pertandingan harus dihentikan sementara.

Perlu dicatat bahwa Bodrum FK bukanlah satu-satunya klub yang terseret dalam masalah disipliner ini. Beberapa raksasa sepak bola Turki, termasuk Fenerbahçe, Galatasaray, dan Beşiktaş, juga turut menerima hukuman denda dari PDFK.

Galatasaray didenda relatif lebih ringan, yakni sebesar 20 ribu lira (sekitar Rp 3,3 juta) sebagai konsekuensi dari perilaku buruk yang ditunjukkan oleh para suporter mereka.

Sementara itu, Fenerbahçe harus menghadapi total denda mencapai 240 ribu lira (sekitar Rp 40 juta) akibat kombinasi antara tingkah laku buruk suporter dan berbagai insiden yang terjadi di area lapangan pertandingan.

Beşiktaş juga tidak luput dari sanksi, menerima denda sebesar 220 ribu lira (sekitar Rp 36,6 juta) atas pelanggaran disiplin serupa yang terjadi dalam salah satu laga mereka.

Selain klub-klub besar tersebut, Trabzonspor hanya menerima teguran resmi atau peringatan keras terkait dengan perilaku suporter mereka, sementara Erzurumspor FK juga dikenai sanksi denda.

Keputusan final mengenai denda bagi Sipay Bodrum FK sebesar 480.000 TL disahkan melalui hasil pemungutan suara mayoritas anggota dewan yang hadir. Keputusan ini menggarisbawahi komitmen badan disiplin terhadap penegakan aturan anti-diskriminasi.