PORTAL7.CO.ID - Situasi geopolitik di Timur Tengah yang memicu penutupan ruang udara tidak menggoyahkan aktivitas di Bandara Internasional Juanda. Hingga saat ini, seluruh jadwal penerbangan internasional dipastikan tetap berjalan tanpa hambatan berarti bagi para penumpang. Kondisi ini memberikan kepastian bagi ribuan calon penumpang yang memiliki agenda perjalanan lintas negara melalui Surabaya.
Fokus utama pihak pengelola bandara saat ini adalah memastikan keberangkatan jemaah umrah tetap berjalan sesuai rencana awal. Manajemen bandara terus melakukan pemantauan ketat terhadap dinamika global yang mungkin mempengaruhi jalur penerbangan internasional. Keamanan dan kenyamanan para jemaah menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar di tengah situasi yang berkembang.
Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda, menegaskan bahwa operasional bandara masih dalam status aman dan terkendali. Pihaknya secara aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memitigasi risiko yang mungkin muncul. Berdasarkan laporan terkini, belum ada pembatalan atau penundaan signifikan yang disebabkan oleh penutupan ruang udara tersebut. "Berdasarkan koordinasi dan pemantauan berkelanjutan bersama otoritas bandara, AirNav Indonesia, maskapai, serta instansi terkait, hingga saat ini tidak terdapat dampak operasional terhadap penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Juanda," ujar Tohir dalam keterangan resminya, Senin (2/3/2026). Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran masyarakat mengenai potensi gangguan jadwal terbang. Beliau menambahkan bahwa seluruh instansi terkait tetap bersiaga penuh di lapangan.
Langkah antisipasi dilakukan dengan memperkuat sinergi antara Lanudal Juanda, Otoritas Bandara, dan AirNav Indonesia. Koordinasi intensif ini bertujuan untuk menjaga standar keselamatan penerbangan internasional agar tetap terpenuhi secara maksimal. Setiap pergerakan pesawat dipantau secara real-time guna memastikan jalur yang dilewati tetap berada dalam koridor yang aman bagi semua maskapai.
Calon penumpang diimbau untuk tidak panik dan tetap memperbarui informasi penerbangan mereka melalui kanal komunikasi resmi. Pihak maskapai juga diminta proaktif dalam memberikan informasi terbaru kepada para pelanggan mengenai status keberangkatan mereka. Akses informasi publik melalui contact center 172 tetap dibuka selama 24 jam untuk melayani berbagai pertanyaan dari masyarakat. "Para penumpang diharapkan tetap memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui maskapai maupun kanal resmi bandara agar memperoleh informasi terbaru," kata Tohir menutup penjelasannya. Dengan demikian, aktivitas penerbangan dari Surabaya menuju wilayah internasional tetap terjaga stabilitasnya. Komitmen pelayanan prima terus dikedepankan demi kelancaran mobilisasi udara di wilayah Jawa Timur.
Sumber: Infonasional