PORTAL7.CO.ID - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menjadi titik fokus aksi unjuk rasa yang digelar oleh sekelompok aktivis pada Kamis (16/4/2026) sore. Massa yang dipimpin oleh pakar telematika, Roy Suryo, berkumpul untuk menyuarakan tuntutan terkait transparansi keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo.
Gerakan ini, sebagaimana dilansir dari pantauan di lapangan, merupakan bentuk peringatan satu tahun setelah para aktivis mendatangi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada April 2025. Mereka menuntut adanya sikap jujur dan jiwa kenegarawanan dari pihak terkait guna mengakhiri perdebatan yang selama ini berkembang di ruang publik.
Dalam orasinya, Roy Suryo menyoroti mekanisme verifikasi dokumen pendidikan yang digunakan untuk keperluan pendaftaran jabatan publik. Ia mengklaim bahwa berdasarkan pelacakan timnya, tidak ditemukan bukti konkret mengenai proses verifikasi ijazah tersebut, mulai dari tingkat wali kota hingga kursi kepresidenan.
"Kami hadir langsung di lapangan dan berada di hadapan wakil rakyat untuk menanyakan apakah 580 anggota dewan mendengar aspirasi rakyat ini," ujar Roy Suryo.
Kehadiran fisik para aktivis di depan gedung parlemen ini juga dimaksudkan untuk membantah persepsi publik yang menilai mereka hanya berani melontarkan kritik melalui media sosial. Langkah ini diambil sebagai bentuk desakan nyata kepada lembaga legislatif agar menaruh perhatian pada keresahan masyarakat.
"Meskipun sudah ada beberapa kali agenda di pengadilan, yang bersangkutan tidak pernah hadir dan ijazahnya disebut masih disita, padahal pengadilan adalah forum pembuktian tertinggi," kata Roy Suryo.
Selain itu, Roy juga menanggapi perihal pencabutan tulisan oleh Rismon Sianipar dalam buku berjudul Jokowi's White Paper. Menurutnya, substansi dalam buku tersebut tetap memiliki nilai ilmiah karena kontribusi Rismon didominasi oleh data kuantitatif serta perhitungan teknis yang objektif.
"Kami mendesak Joko Widodo untuk segera menunjukkan ijazah aslinya di hadapan rakyat agar tidak terus menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," tegas Roy Suryo.
Aksi unjuk rasa tersebut dilaporkan berjalan di bawah pengawalan ketat dari aparat kepolisian di sepanjang jalur arteri Jalan Gatot Subroto. Situasi di sekitar lokasi tetap terkendali meskipun terdapat kepadatan arus lalu lintas selama berlangsungnya penyampaian aspirasi tersebut.