Film "The Batman" yang dibintangi Robert Pattinson pada tahun 2022 berhasil mencatatkan sejarah unik dalam adaptasi layar lebar sang Ksatria Kegelapan. Pattinson menjadi versi Batman modern yang secara eksplisit mempertahankan prinsip utama karakter tersebut. Ia dinilai sukses menjadi satu-satunya Batman di era sinema kontemporer yang tidak pernah menghabisi nyawa musuhnya.

Prestasi ini bukan hanya pencapaian individual film, melainkan kelanjutan dari tradisi yang telah terjaga selama lebih dari setengah abad. Sejak kemunculan Batman di dunia perfilman pada era 1960-an, karakter ini memiliki sejarah panjang dalam menghindari tindakan pembunuhan. Versi Pattinson menegaskan kembali komitmen moral sang pahlawan Gotham, menjadikannya konsisten dengan penggambaran komik klasik.

Dalam sumber materi aslinya, Batman dikenal memiliki aturan ketat untuk tidak membunuh lawannya, sebuah prinsip yang menjadi inti moralitasnya. Pelanggaran terhadap aturan ini sering kali menjadi titik plot kritis yang membedakan karakter Batman dari anti-hero lainnya. Film "The Batman" dinilai berhasil menangkap esensi penggambaran karakter di komik tersebut dengan sangat akurat.

Sutradara "The Batman", Matt Reeves, turut memberikan penegasan mengenai keputusan mempertahankan prinsip non-pembunuhan ini. Reeves menjelaskan bahwa perilaku Batman dapat diinterpretasikan dalam dua cara yang berbeda. Menurutnya, hal tersebut bisa berarti Batman hanya ingin memberikan hukuman yang pantas, atau ia sebenarnya ingin membunuh namun pengendalian dirinya mencegah tindakan fatal itu.

Keputusan Reeves ini memiliki implikasi signifikan terhadap nada keseluruhan film dan perkembangan karakter Bruce Wayne muda. Dengan tidak membunuh, Batman versi Pattinson menonjol di antara adaptasi sinema modern yang seringkali menampilkan pahlawan super yang lebih brutal. Hal ini memperkuat narasi bahwa Batman adalah simbol keadilan yang memiliki batasan moral yang jelas.

Adaptasi sebelumnya seringkali menghadapi kritik terkait interpretasi mereka terhadap aturan anti-pembunuhan ini, terutama versi yang lebih gelap di masa lalu. Oleh karena itu, konsistensi yang ditunjukkan dalam "The Batman" menjadi poin pembicaraan utama bagi para penggemar dan kritikus. Film tahun 2022 ini berhasil menawarkan penafsiran yang lebih murni dan setia pada etika dasar Batman.

Secara keseluruhan, Robert Pattinson telah mencetak standar baru bagi adaptasi Batman di layar lebar. Ia membuktikan bahwa kesetiaan terhadap prinsip moral karakter adalah kunci keberhasilan dalam narasi pahlawan super. Tradisi anti-pembunuhan yang terjaga sejak 1966 ini memastikan bahwa sosok Batman tetap menjadi simbol harapan dan pengendalian diri di tengah kegelapan Kota Gotham.