TANGSEL — WCC Puantara bersama Pra Aisyiyah Bintaro menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Bangkit dan Berdaya” yang berlangsung di Sanctuary Bintaro, (28/2). Kegiatan ini diikuti oleh penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perempuan pendamping korban, serta perempuan yang memiliki kepedulian terhadap isu perlindungan dan pemberdayaan perempuan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara organisasi masyarakat sipil dan dunia industri, yakni bersama Wardah, Paragon Technology and Innovation, serta Sinemart. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi dalam menghadirkan ruang pemulihan yang holistik, menggabungkan refleksi, edukasi, dan penguatan kepercayaan diri perempuan.

Rangkaian acara diawali dengan sesi review film Suamiku Lukaku produksi Sinemart melalui pemutaran cuplikan adegan penting yang dilanjutkan dengan diskusi terarah. Film ini dipilih sebagai medium refleksi untuk membuka dialog mengenai dinamika KDRT, dampaknya terhadap perempuan dan anak, serta bagaimana siklus kekerasan dapat terjadi lintas generasi.

Sutradara film Suamiku Lukaku, Viva Westi, menyampaikan bahwa film ini tidak hanya menggambarkan korban KDRT, tetapi juga menunjukkan bagaimana kekerasan dapat diwariskan secara tidak langsung kepada anak. Melalui film ini, diharapkan masyarakat memahami bahwa siklus kekerasan dapat dihentikan dan selalu ada solusi. Sementara itu, Advokat WCC Puantara, Siti Husna, menegaskan pentingnya literasi hukum bagi perempuan dalam menghadapi KDRT. Ia menyampaikan bahwa film ini menggambarkan bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga sekaligus bagaimana hukum memberikan perlindungan bagi korban.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas diri, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan make up yang difasilitasi oleh Wardah sebagai bagian dari komitmen Paragon Technology and Innovation dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada afirmasi diri dan peningkatan rasa percaya diri. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri korban yang dalam banyak kasus kerap diabaikan dalam proses pemulihan.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif, aman, dan suportif dengan jumlah peserta yang terbatas agar berjalannya acara lebih intim dan bermakna. WCC Puantara memprioritaskan rasa aman peserta sehingga kegiatan ini memberikan ruang untuk berelaksasi serta menguatkan sesama penyinytas. Melalui kolaborasi antara Pra Aisyiyah Bintaro, WCC Puantara, Wardah, Paragon, dan Sinemart, kegiatan Bangkit dan Berdaya diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat solidaritas, kesadaran, dan kemandirian perempuan menuju kehidupan yang lebih bermartabat.*