PORTAL7.CO.ID - Pembentukan struktur holding bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya pemerintah provinsi untuk membenahi kinerja perusahaan daerah yang selama ini dianggap belum optimal.
Inisiatif restrukturisasi ini bertujuan utama untuk mengoptimalkan kontribusi dividen yang disetorkan oleh BUMD kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan finansial dan operasional entitas-entitas milik daerah tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, menegaskan kesiapan lembaga legislatif untuk mengawal inovasi tata kelola yang sedang dipersiapkan oleh eksekutif provinsi. Dukungan ini diberikan seiring dengan upaya pemerintah mengatasi berbagai persoalan internal BUMD.
Dilansir dari Detikcom, penggabungan perusahaan daerah melalui skema holding dipandang sebagai solusi konkret untuk mengatasi masalah tata kelola yang selama ini menjadi penghambat kemajuan banyak BUMD. Transformasi ini diharapkan membawa perubahan signifikan pada kinerja perusahaan.
Ineu Purwadewi Sundari menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini, menekankan pentingnya efektivitas organisasi dalam menghadapi dinamika bisnis kontemporer. Ia menegaskan bahwa DPRD akan mendukung penuh jika holding BUMD terbukti mampu mengatasi permasalahan yang ada.
"Tentu sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat kebetulan dari Komisi III akan dukung segala upaya untuk meningkatkan tata kelola BUMD. Kalau pun holding BUMD sedang disiapkan, dan selama itu bisa menjawab segala persoalan di BUMD akan kita dukung," kata Ineu Purwadewi Sundari, Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat.
Selain peningkatan pendapatan daerah, restrukturisasi melalui sistem holding juga dinilai dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan perusahaan daerah kepada masyarakat. Koordinasi yang lebih terintegrasi diharapkan mampu mendongkrak daya saing BUMD di pasar.
Saat ini, Jawa Barat memiliki sekitar 41 BUMD, namun mayoritas di antaranya dilaporkan masih menghadapi tantangan finansial dan operasional yang serius. Kontribusi pendapatan daerah saat ini masih sangat bergantung pada segelintir perusahaan, khususnya di sektor perbankan dan keuangan.
Ineu Purwadewi Sundari menyoroti kondisi sebagian besar BUMD yang belum berjalan sesuai harapan. Ia mengingatkan bahwa tujuan utama pendirian BUMD adalah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menghasilkan pendapatan daerah, yang selama ini belum tercapai secara maksimal.