PORTAL7.CO.ID - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, memberikan tanggapan resmi pada Kamis, 7 Mei 2026, mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang terjadi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kenaikan ini dikaitkan dengan dinamika pasar energi global yang sedang terjadi.
Menurut Eddy Soeparno, penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan konsekuensi yang tidak terhindarkan bagi semua operator, baik perusahaan milik negara maupun swasta. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi adalah cerminan dari mekanisme pasar yang berlaku umum.
Dilansir dari Detikcom, Eddy menegaskan bahwa fenomena kenaikan harga BBM nonsubsidi ini bukanlah keputusan sepihak dari pemerintah pusat. Fluktuasi harga migas internasional telah menjadi pola yang rutin terjadi dalam industri energi global.
"Kenaikan terjadi pada jenis BBM yang memang diperuntukkan bagi mereka yang lebih mampu. Ini adalah konsekuensi dari kenaikan energi global dunia yang berdampak pada harga BBM non-subsidi. Jangan lupa, bahwa kenaikan harga BBM non subsidi selalu terjadi secara berkala ketika adanya fluktuasi harga minyak mentah, bahkan sebelum meletusnya perang di Timur Tengah," ujar Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI.
Politisi tersebut juga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah berupaya keras menjaga stabilitas fiskal negara di tengah kondisi pasar yang bergejolak. Penyesuaian harga pada sektor nonsubsidi dianggap perlu untuk menciptakan keseimbangan antara keterjangkauan harga dan kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kita harus menjaga keseimbangan. Di satu sisi, kita ingin harga tetap terjangkau. Namun di sisi lain, kita juga harus memastikan APBN tetap sehat dan sektor energi nasional tetap berkelanjutan," lanjut Eddy.
Prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap berfokus pada perlindungan kelompok masyarakat yang rentan. Eddy Soeparno menekankan bahwa harga BBM bersubsidi akan terus dijaga agar tidak membebani daya beli masyarakat luas.
"Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan Presiden Prabowo agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah gejolak global. Komitmen ini sudah beliau tegaskan di berbagai kesempatan untuk tetap menjaga harga BBM subsidi terjangkau bagi masyarakat kelompok rentan," kata Eddy.
Selain isu harga, Eddy menyoroti pentingnya percepatan transisi energi sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil. Peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan dinilai krusial bagi ketahanan energi nasional.