Surah Al-Fatihah memegang peranan yang sangat fundamental dalam struktur Al-Quran al-Karim yang mulia. Dikenal sebagai Ummul Kitab, surah ini bukan sekadar pembukaan melainkan ringkasan dari seluruh esensi ajaran Islam yang paripurna. Setiap baitnya mengandung peta jalan menuju kebahagiaan abadi serta pengenalan mendalam terhadap identitas Sang Pencipta alam semesta.

Secara ontologis, Al-Fatihah membedah hubungan antara hamba dengan Allah SWT secara sangat komprehensif dan mendalam. Para ulama mufassir meyakini bahwa memahami surah ini merupakan kunci utama untuk membuka gudang ilmu pengetahuan syariat yang luas. Kehadirannya dalam setiap rakaat shalat menegaskan betapa krusialnya pesan-pesan yang terkandung di dalamnya bagi setiap Muslim.

Pentingnya membaca Al-Fatihah dalam shalat didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang sangat tegas bagi seluruh umatnya. Tanpa membacanya dengan benar, ibadah shalat seseorang dianggap tidak sempurna atau tidak sah secara hukum fiqih yang berlaku. Berikut adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim terkait hal tersebut:

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Terjemahan: "Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Surah Al-Fatihah)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Terdapat diskusi mendalam di kalangan ulama, seperti Imam Syafii dan Imam Malik, mengenai kedudukan Basmalah dalam Al-Fatihah. Imam Syafii menegaskan Basmalah adalah ayat pertama yang wajib dibaca secara jahr, sementara Imam Malik memiliki pandangan berbeda dalam konteks shalat fardhu. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya juga menjelaskan keragaman pendapat ulama salaf dan khalaf mengenai status Basmalah sebagai pemisah antar surah.

Dalam kehidupan sehari-hari, mengamalkan nilai-nilai Al-Fatihah berarti mengakui otoritas absolut Allah atas segala permulaan amal perbuatan. Setiap langkah yang kita awali dengan Basmalah merupakan bentuk pengakuan bahwa hanya atas izin-Nya segala urusan bisa berjalan dengan lancar. Kesadaran teologis ini seharusnya mampu mengubah cara pandang kita dalam menghadapi setiap dinamika kehidupan duniawi yang penuh tantangan.

Mari kita jadikan pembacaan Al-Fatihah bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan sebuah perenungan batin yang sangat mendalam. Memahami setiap fragmen ayatnya akan menuntun kita pada pemahaman syariat yang lebih kokoh, bermakna, dan bernilai ibadah tinggi. Semoga setiap shalat yang kita dirikan semakin berkualitas dengan penghayatan terhadap Ummul Kitab yang penuh keberkahan ini.

Sumber: Muslimchannel

https://muslimchannel.id/post/analisis-komprehensif-ummul-kitab-tinjauan-ontologis-epistemologis-dan-aksiologis-surah-al-fatihah-dalam-bingkai-turats